Berita

Peristiwa Reformasi 98/Ist

Politik

Laskar Trisakti 08:

RUU TNI Jangan Putar Balik Jarum Jam Sejarah

KAMIS, 20 MARET 2025 | 14:07 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Keputusan DPR mengesahkan RUU TNI menjadi undang-undang memicu kekhawatiran di kalangan aktivis Reformasi 98. 

Laskar Trisakti 08, yang beranggotakan alumni Universitas Trisakti dan aktivis reformasi, menyatakan sikap tegas menolak revisi tersebut. 

Mereka menilai kebijakan itu berpotensi menghidupkan kembali Dwifungsi ABRI, yang telah dihapus sebagai bagian dari perjuangan reformasi.


Ketua Umum Laskar Trisakti 08, Fernando Rorimpandey, menegaskan bahwa bangsa ini tidak boleh kembali ke masa lalu yang telah diperjuangkan untuk diubah. 

“RUU TNI ini jangan sampai memutar balik jarum jam sejarah masa lalu yang telah diluruskan oleh perjuangan Reformasi 98,” ujarnya lewat keterangan tertulis, Kamis 20 Maret 2025.

Fernando mengingatkan bahwa Universitas Trisakti memiliki peran penting dalam sejarah Reformasi 98. 

Pada Agustus 1998, kampus tersebut menjadi tuan rumah Lokakarya Mahasiswa Nasional, di mana para pimpinan mahasiswa dari seluruh Indonesia berkumpul dan menyuarakan tuntutan pencabutan Daerah Operasi Militer (DOM) Aceh serta penghapusan Dwifungsi ABRI.

"Saat Itu Letjen SBY hadir mewakili ABRI dan menerima petisi kita. Alhamdulillah beberapa hari kemudian DOM Aceh dan Dwifungsi ABRI dicabut," kenangnya.

Menurut Fernando, masuknya prajurit aktif ke ranah sipil bisa berujung pada banyak permasalahan, termasuk potensi penyalahgunaan kekuasaan. 

Senada dengan Fernando, Sekjen Laskar Trisakti 08 sekaligus Aktivis 98, Achmad Kurniawan, mengingatkan pentingnya menjaga amanat reformasi. 

Meskipun Laskar Trisakti 08 mendukung pemerintahan Presiden Prabowo, mereka menegaskan tidak akan membiarkan kembalinya militerisasi dalam pengelolaan negara. 

“Dengan sikap inilah, kami mengawal Presiden Prabowo dalam menjalankan pemerintahannya hingga 2029,” tutup Fernando.

Laskar Trisakti 08 pun menyatakan dukungan terhadap mahasiswa Universitas Trisakti yang ikut menolak UU TNI. Bagi mereka, perjuangan reformasi belum selesai, dan demokrasi harus terus dikawal.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya