Berita

Direktur Utama PPK Kemayoran, Medi Kristianto/Repro

Nusantara

Pengelolaan Kawasan Kemayoran Tidak Menguntungkan

Kuras Anggaran Rp30 Miliar per Tahun
RABU, 19 MARET 2025 | 23:07 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (BLU PPK Kemayoran) buka-bukaan tidak memperoleh keuntungan dalam mengelola kawasan Kemayoran yang mayoritas merupakan aset negara.

Bahkan BLU PPK Kemayoran harus merogoh kocek hingga puluhan miliar rupiah per tahunnya untuk mengelola kawasan Kemayoran

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PPK Kemayoran, Medi Kristianto dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Rinto Subekti, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 19 Maret 2025.


Medi menjelaskan, kawasan BLU Kemayoran memiliki luas hingga 450 hektare. Namun 59 persennya atau sekitar 265,4 hektare merupakan area nonkomersial. 

"Terdiri dari jalan dan ruas jalan itu sekitar 94,41 hektare yang membentang dari utara ke selatan kemudian dari barat ke timur," kata Medi.

"Di antara blok-blok itu ada jalan-jalan juga. Kemudian zona terbuka hijau di samping kanan kiri Jalan Benyamin Sueb, Jalan HBR Motik, itu ada sekitar 30 meter kanan kiri dengan luas sepanjang 4,5 kilometer itu adalah zona terbuka hijau, itu 87,38 hektare," sambungnya.

Selain itu, Medi menyebutkan, di dalam kawasan nonkomersil terdapat hunian masyarakat di sebelah selatan bagian kanan dan sebelah selatan bagian kiri dari peta Kemayoran, dengan luasan sekitar 48,21 hektare.

Kemudian ada juga zona terbuka biru, yang dikatakan Medi, sebagai wilayah telaga atau danau yang ada di dalam kawasan golf itu sekitar 15,02 hektare, ditambah fasum seperti masjid, taman bermain dan lain-lain  sekitar 10,82 hektare. 

"Kemudian kantor instansi pemerintah, di sana ada BMKG, Imigrasi, Kejaksaan dan lain-lain itu sekitar 9,65 hektare," kata Medi.

Karena itulah, Medi menegaskan bahwa pengelolaan kawasan BLU Kemayoran tidak memberikan keuntungan untuk negara, tetapi malah menambah pengeluaran negara. 

"Untuk luasan 265,4 hektare yang nonkomerasial itu sama sekali tidak menghasilkan pendapatan untuk negara," kata Medi.

"Ada penerangan lampu, kemudian aspal dan lain-lain, kisaran (nilai pengeluarannya) Rp30 miliar," pungkasnya.


Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya