Berita

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim/RMOL

Dunia

MUI Tuntut Dunia Bertindak Hentikan Kekejaman Israel di Gaza

RABU, 19 MARET 2025 | 20:47 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Serangan Israel yang kembali berlanjut di Gaza setelah genjatan senjata fase pertama mendapat kecaman dari banyak pihak. 

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan bahwa tindakan Israel merupakan bentuk kejahatan kemanusiaan yang tidak bisa dibiarkan. 

"Perbuatan nista dan pengecut Israel ini benar-benar telah memperlihatkan secara kasat mata niat busuk Israel tidak saja untuk menghancurkan Gaza secara keseluruhan, tetapi juga memperpanjang krisis dunia di bidang kemanusiaan," ujar Sudarnoto dalam keterangan tertulis pada Rabu, 19 Maret 2025. 


Menurutnya, negara-negara yang telah mendukung Palestina tidak boleh menunggu lebih lama lagi untuk mengambil langkah konkret guna menghentikan agresi Israel. 

Dikatakan Sudarnoto, MUI mengusulkan empat langkah mendesak yang harus segera diambil oleh komunitas internasional. 

Pertama menjaga implementasi gencatan senjata, di mana komunitas internasional harus memastikan bahwa perjanjian gencatan senjata dapat terlaksana secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk mengakhiri penderitaan warga Gaza.

Kedua perlindungan bagi warga Palestina yang terdampak genosida Israel. Ketiga agar PBB segera mengeluarkan resolusi darurat yang mengikat untuk mengirimkan pasukan perdamaian guna melindungi rakyat Palestina dari tindakan keji Israel.

Keempat, MUI menuntut agar fatwa Mahkamah Internasional (ICJ) dan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) segera diberlakukan.

"Mendesak diberlakukannya fatwa ICJ dan ICC agar Israel dikenakan sanksi internasional dan menangkap Benyamin Netanyahu dan siapapun yang terlihat dalam kejahatan besar terhadap warga Gaza dan Pakestina secara umum," tegas Sudarnoto. 

MUI juga meminta pemerintah Indonesia untuk memainkan peran lebih aktif dalam membantu Palestina. Salah satu langkah konkret yang dapat diambil adalah mendesak Amerika Serikat sebagai pendukung utama Israel agar menghentikan dukungan terhadap agresi militer yang dilakukan Israel.

"Jika diperlukan, kedutaan besar Amerika harus dipanggil dan diperingatkan agar menghentikan dukungan terhadap Israel," tambahnya.

Selain itu, MUI mengajak seluruh umat Islam untuk terus membantu Palestina. Sesuai dengan keputusan Ijtima' Ulama Fatwa MUI, membela Palestina merupakan kewajiban bagi umat Islam. 

“Membantu Palestina antara lain dengan cara terus mengintensifkan bantuan finansial, aksi damsi dan berkeadaban, melskukan konsolidasi dan bersatu padu memperkokoh kekuatan bela Palestina,” tutup Sudarnoto.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya