Berita

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Netanyahu Peringatkan Serangan Mematikan di Gaza Hanya Permulaan

RABU, 19 MARET 2025 | 14:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan bahwa serangan udara yang baru-baru ini mengguncang Gaza dan menewaskan ratusan warga Palestina hanyalah permulaan.

Dalam pidato yang disiarkan televisi Netanyahu menegaskan bahwa Israel akan melanjutkan serangannya terhadap kelompok Hamas dengan kekuatan yang lebih besar dan pembicaraan mengenai gencatan senjata akan berlangsung hanya di bawah tembakan.

“Hamas telah merasakan beratnya kekuatan kami dalam 24 jam terakhir, dan saya ingin meyakinkan Anda dan mereka ini baru permulaan,” kata Netanyahu dengan tegas, seperti dikutip dari Al Jazeera pada Rabu, 19 Maret 2025. 


"Kami akan terus berjuang untuk mencapai semua tujuan perang kami pembebasan semua sandera kami, pemusnahan Hamas, dan janji bahwa Gaza tidak akan lagi menjadi ancaman bagi Israel," ucapnya lagi. 

Pernyataan keras Netanyahu ini muncul setelah serangan udara Israel di Gaza yang menewaskan sedikitnya 404 orang, termasuk banyak anak-anak, dan melukai lebih dari 560 orang, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. 

Serangan ini menghancurkan gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan Hamas yang dimulai pada 19 Januari, dengan sebagian besar wilayah Gaza menjadi sasaran, termasuk Khan Younis, Rafah, dan Kota Gaza.

Serangan ini semakin memperburuk ketegangan setelah pembicaraan tentang kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas terhenti. 

Israel menolak tawaran Hamas untuk membebaskan seorang warga negara ganda Amerika-Israel dan jenazah empat tawanan yang tewas sebagai bagian dari perundingan tahap kedua gencatan senjata.

Menurut Netanyahu, kegagalan dalam perundingan ini disebabkan oleh penolakan Hamas terhadap tawaran dari utusan khusus Presiden AS, Steve Witkoff.

Netanyahu juga menyalahkan Hamas atas tingginya jumlah korban sipil di Gaza dan menyerukan warga sipil untuk menjauhi wilayah yang dikuasai Hamas.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya