Berita

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu/RMOL

Bisnis

IHSG Anjlok, Wamen Todotua: Naik Turun Itu Biasa

SELASA, 18 MARET 2025 | 18:53 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, merespons Indeks Harga saham gabungan (IHSG) yang anjlok sebesar 6 persen pada Selasa siang 18 Maret 2025.

Dalam pandangan Todotua, tidak ada masalah dengan peristiwa memerahnya IHSG hari ini. Kondisi tersebut hal yang wajar. Dan ada banyak faktor yang menyebabkan IHSG anjlok, termasuk dinamika global maupun domestik.

"Enggak ada masalah, yang namanya market kan kondisinya banyak. Market, kita bicara pasar saham, itu kan penyebabnya bisa secara internal negara kita maupun kondisi global, faktornya banyak," ujar Todotua, kepada awak media di Kantor BKPM, Jakarta, Selasa, 18 Maret 2025.


Lebih lanjut, Todotua menegaskan pemerintah akan segera mengambil langkah untuk merespons sentimen tersebut untuk mengembalikan kepercayaan investor, baik di pasar saham ataupun sektor riil.

Menurutnya, para investor maupun calon investor akan mempertimbangkan kinerja pemerintah dan kebijakan di sebuah negara. Jadi, pergerakan investor secara fluktuatif itu sudah biasa.

"Namanya pasar itu based on trust. Mereka lihat pemerintahannya bekerja seperti apa, ya kan. Berbicara soal pasar, ya fluktuatif atau naik turun itu biasa," ucap Todotua.

Wakil Menteri Investasi Rosan Roeslani itu menyampaikan, pemerintah bisa mengembalikan kepercayaan investor dengan melakukan beberapa hal. Di antaranya, memperbaiki perencanaan dan konsep investasi dan hilirisasi, serta melakukan percepatan realisasi investasi. 

Ia menilai, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, potensi pasar yang besar. Ditambah dengan posisi strategis di kancah global. Menurutnya keunggulan tersebut perlu didorong guna menarik minat investor.

Todotua menuturkan, aspek yang paling penting adalah konsistensi pemerintah dalam melaksanakan sejumlah rencana program hilirisasi. Saat kinerja dinilai mumpuni, maka investor akan beramai-ramai kembali menanamkan modalnya di Indonesia.

"Akan dilihat ke depannya, apabila pemerintah konsisten dalam menjalankan ini semua, saya pikir akan recover," tutup Wamen Todotua.

Bursa Efek Indonesia (BEI) segera membekukan sementara perdagangan (trading halt) menyusul penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai lebih dari 5 persen.

Populer

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

ICMI Terima Wakaf 2 Ribu Mushaf Al-Qur'an

Minggu, 22 Februari 2026 | 00:10

Tantangan Direksi Baru BPJS Kesehatan Tak Ringan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:43

Polri di Bawah Presiden Sudah Paten dan Tidak Ada Perdebatan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:28

AKBP Catur cuma Sepekan Jabat Plh Kapolres Bima Kota

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:28

Palu Emas Paman

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:01

BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:56

BI-Kemenkeu Sepakati Pengalihan Utang Tahun Ini, Nilainya Rp173,4 Triliun

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:40

Teror Ketua BEM UGM, Komisi III Dorong Laporan Resmi ke Aparat

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:14

PB IKA PMII Pimpinan Fathan Subchi Pastikan Kepengurusan Sah Secara Hukum

Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:37

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:03

Selengkapnya