Berita

Founder Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira/Ist

Bisnis

Ekonom:

IHSG Anjlok Tajam Imbas Polemik Revisi UU TNI

SELASA, 18 MARET 2025 | 14:35 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan, menjadikannya indeks saham terlemah di Asia. Situasi ini menjadi anomali di tengah mayoritas indeks saham Asia yang bergerak di zona hijau.

Founder Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai bahwa koreksi tajam IHSG tak lepas dari berbagai faktor domestik yang membayangi sentimen investor. 

“Situasi pasar modal Indonesia sudah masuk lampu kuning," kata Bhima kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Selasa 18 Maret 2025.


Menurutnya, hal ini dipicu oleh kombinasi berbagai faktor, mulai dari tata kelola Danantara yang diragukan, daya beli masyarakat yang menurun terkonfirmasi dari penurunan impor barang konsumsi jelang Ramadhan sebesar 21,05 persen, hingga polemik revisi UU TNI yang menimbulkan ketidakpastian.

Lanjut Bhima, revisi UU TNI yang membuka peluang militer masuk ke jabatan sipil menimbulkan kekhawatiran di pasar. Risiko meningkatnya konflik kepentingan dan celah korupsi dikhawatirkan akan melemahkan daya saing ekonomi Indonesia.

Kebijakan proteksionisme yang diusung oleh mantan Presiden AS, Donald Trump, juga turut memberikan tekanan terhadap pasar saham negara berkembang.

Namun, Bhima menegaskan bahwa faktor internal Indonesia memiliki pengaruh yang lebih besar dalam kejatuhan IHSG kali ini.

"Batalkan revisi UU TNI itu bisa redakan pasar sementara," tegasnya.

Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin pasar akan mengalami trading halt akibat aksi jual besar-besaran dari investor asing. Bhima memperingatkan bahwa capital outflow yang terus terjadi bisa menjadi sinyal awal menuju resesi ekonomi.

"Kalau resesi terjadi, PHK massal, konflik sosial bisa terjadi di berbagai daerah," pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya