Berita

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov/Net

Global

Rusia Desak AS Hentikan Operasi Militer terhadap Houthi

SENIN, 17 MARET 2025 | 12:42 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Serangan militer besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap Houthi harus segera dihentikan demi mencegah eskalasi lanjutan. 

Seruan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio pada Minggu, 16 Maret 2025. 

Lavrov menegaskan bahwa penggunaan kekuatan harus segera dihentikan dan mendorong dialog politik sebagai sarana mengakhiri konflik. 


"Menanggapi argumen perwakilan Amerika, Sergei Lavrov menekankan perlunya penghentian segera penggunaan kekuatan dan pentingnya semua pihak untuk terlibat dalam dialog politik guna menemukan solusi yang akan mencegah pertumpahan darah lebih lanjut," ujar Lavrov, seperti dimuat AFP.

Desakan Rusia muncul setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan militer besar-besaran terhadap kelompok Houthi pada Sabtu, 15 Maret 2025. 

Serangan tersebut merupakan respons terhadap tindakan Houthi yang menyerang kapal-kapal pengiriman di Laut Merah. Menurut laporan awal, sedikitnya 31 orang tewas dalam operasi tersebut, yang diperkirakan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat akibat eskalasi ini. Amerika Serikat beralasan bahwa tindakan militernya bertujuan untuk melindungi jalur perdagangan global yang terancam oleh serangan Houthi. 

Namun, Rusia menganggap pendekatan militer hanya akan memperburuk situasi dan menghambat upaya perdamaian.

Sementara itu, kelompok Houthi menyatakan bahwa serangan mereka di Laut Merah merupakan bentuk solidaritas terhadap Palestina dan mengancam akan meningkatkan aksi mereka jika serangan AS terus berlanjut.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya