Berita

Ilustrasi/Ist

Politik

Lemahnya Posisi Etis Partai Timbulkan Masalah Demokrasi

MINGGU, 16 MARET 2025 | 16:15 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Persoalan demokrasi di Indonesia sangat jauh dari kata sempurna. Hingga kini, sistem demokrasi di Indonesia selalu mencari format yang mendekati penyempurnaan.

Menurut Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara Universitas Padjadjaran Profesor Susi Dwi Harijanti penyempurnaan sistem demokrasi di Indonesia selalu bermasalah, lantaran adanya pelemahan terhadap etis di bidang hukum. 

“Mengapa penyempurnaan demokrasi di Indonesia itu menjadi sangat bermasalah karena adanya kelemahan menjaga konsistensi posisi etis dan ini terlihat dengan sangat jelas pada pilpres 2024,” tegas Prof Susi Dwi Harijanti dalam acara virtual Forum Insan Cita bertemakan 'Indonesia Gelap atau Terang: Perspektif Ilmu Ekonomi, Politik dan Hukum' pada Minggu, 16 Maret 2025.


Ia menegaskan indikator dari sulitnya menyempurnakan sistem politik di Indonesia, lantaran partai politik tidak mau menjaga etika dalam berpolitik. 

“Jadi bagaimana partai-partai politik itu tidak mau dan tidak berkehendak menurut saya untuk menjaga konsistensi dan tunduk pada hal-hal yang bersifat etis,” ujarnya.

“Nah ini adalah persoalan kalau ada masalah dengan demokrasi maka tidak kemudian lantas berpaling pada otokrasi,” sambungnya.

Prof Susi mengurai penting untuk melakukan pendalaman dan perluasan terhadap demokrasi, agar bisa diperdalam menuju konsistensi terhadap prinsip konstitusi berbasis substansi dan prosedur. 

“Kemudian dia diperluas dia menjadi sebagai sebuah budaya dan praktik tata kelola di berbagai elemen dan lapisan kehidupan,” tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya