Berita

Maximo Napa usai selamat dari Samudera Pasifik/Net

Dunia

95 Hari Terombang-ambing di Samudera Pasifik, Nelayan Peru Kembali dengan Selamat

MINGGU, 16 MARET 2025 | 10:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Seorang nelayan asal Peru yang hilang selama 95 hari di Samudera Pasifik akhirnya kembali ke rumah setelah terombang-ambing di lautan dalam kondisi kritis. 

Maximo Napa, 61 tahun, berangkat memancing dari Marcona, sebuah kota pesisir di selatan Peru, pada 7 Desember lalu, dengan tujuan perjalanan dua minggu. 

Namun, badai besar yang terjadi sepuluh hari setelah ia berlayar membuat kapalnya keluar jalur dan terombang-ambing jauh dari pantai. 


Selama lebih dari tiga bulan, Napa bertahan hidup dengan mengandalkan makanan yang sangat terbatas seperti kecoak, burung, dan kura-kura yang dia tangkap sendiri. 

Ia juga mengumpulkan air hujan yang jatuh di atas perahu untuk bertahan hidup. Pada akhirnya, ia menghabiskan 15 hari terakhir tanpa makan sama sekali. 

“Saya tidak ingin mati,” ungkap Napa saat diwawancarai oleh Reuters pada Minggu, 16 Maret 2025 setelah bertemu kembali dengan saudara laki-lakinya di Paita, sebuah kota di dekat perbatasan Ekuador.

Pencarian yang dilakukan oleh keluarga Napa tak membuahkan hasil, sementara patroli maritim Peru tidak berhasil menemukannya.

Namun, pada hari Rabu, 13 Maret 2025 patroli penangkapan ikan Ekuador menemukan Napa sekitar 1.094 kilometer dari pantai Ekuador, dalam keadaan dehidrasi dan sangat lemah. 

Napa langsung dibawa ke Paita, di mana ia disambut oleh keluarganya yang telah menanti dengan harapan.

Dalam pertemuan yang emosional, Napa berkata: “Saya memikirkan ibu saya setiap hari. Saya bersyukur kepada Tuhan karena memberi saya kesempatan kedua.” 

Ibunya, Elena Castro, mengungkapkan bahwa meskipun keluarganya terus berharap, ia mulai kehilangan harapan saat waktu terus berlalu. 

“Saya berkata kepada Tuhan, apakah dia masih hidup atau sudah mati, bawa saja dia kembali kepada saya, meskipun itu hanya untuk melihatnya,” kata Elena kepada TV Peru.

Sementara itu, saudara-saudara Napa tetap optimis dan terus meyakinkan ibunya bahwa Maximo akan kembali. 

“Mereka terus mengatakan kepada saya: Bu, dia akan kembali, dia akan kembali,” ujar Elena, mengingat kata-kata anak-anaknya.

Saat ini, Maximo Napa dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut di Paita sebelum melanjutkan perjalanan menuju Lima. 

Kisahnya menjadi inspirasi tentang kekuatan bertahan hidup dan keteguhan hati dalam menghadapi ujian hidup yang luar biasa berat.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya