Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Antisipasi Kenaikan Harga

Bulog dan Bapanas Harus Pangkas Jalur Distribusi Beras

MINGGU, 16 MARET 2025 | 08:15 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Peneliti Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) Pujiatmoko mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi kenaikan harga beras akibat kelangkaan persediaan. 

Pujiatmoko menilai kondisi saat ini sedang tidak biasa. Curah hujan relatif tinggi sehingga di beberapa wilayah sentra produksi beras terjadi gagal panen. Sementara pada bagian lain permintaan beras justru meningkat karena mendekati hari raya. 

Karena itu, Pujiatmoko menyarankan pemerintah mengantisipasi kenaikan harga beras melalui berbagai program.


“Pemerintah jangan hanya mengandalkan impor untuk menutupi kebutuhan masyarakat. Pemerintah harus mencari program yang lebih memberdayakan petani agar bisa bertahan dalam kondisi yang sulit seperti sekarang,” ujar Pujiatmoko dalam keterangannya, Minggu, 16 Maret 2025.

Mantan Atase Pertanian Tokyo ini melihat stabilisasi harga beras di Indonesia masih menjadi masalah. Operasi pasar yang biasa dilakukan Bulog belum sepenuhnya efektif mengendalikan harga karena dilaksanakan secara responsif dan tidak merata ke seluruh wilayah. 

Alternatifnya, Pujiatmoko menyarankan pemerintah melalui Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) memangkas jalur distribusi beras. 

Doktor lulusan Gifu University, Jepang ini menilai jalur produksi dan distribusi beras saat ini terlalu panjang sehingga mudah dimainkan oleh tengkulak. 

“Harusnya dibuat jalur distribusi yang sederhana sehingga disparitas (selisih) harga produksi, distribusi dan penjualan tidak terlalu jauh,” imbuh dia.

“Pada bagian lain Bulog juga perlu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan stok dan impor beras. Bulog dan Bapanas bersama-sama perlu memperbaiki strategi cadangan beras yang efektif. Dengan demikian tidak ada celah dan alasan bagi siapapun untuk impor beras,” pungkas Pujiatmoko.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya