Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Putin Minta Pasukan Ukraina Menyerah

SABTU, 15 MARET 2025 | 21:54 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan kepada pasukan Ukraina yang beroperasi di wilayah Kursk, Rusia, untuk segera menyerah. 

Seruan ini disampaikan di tengah upaya mediasi gencatan senjata yang difasilitasi oleh Amerika Serikat.

Dalam pertemuan dengan anggota Dewan Keamanan Rusia pada Jumat 14 Maret 2025, Putin menuduh pasukan Ukraina melakukan kejahatan terhadap warga sipil di Kursk. 


Namun, ia menegaskan bahwa Rusia akan mematuhi permintaan Presiden AS Donald Trump untuk tidak membunuh tentara yang menyerah dan menjamin perlakuan yang sesuai dengan hukum internasional serta hukum Rusia.

“Kami memahami permintaan Presiden Trump untuk mempertimbangkan aspek kemanusiaan terhadap tentara Ukraina. Jika mereka meletakkan senjata dan menyerah, keselamatan mereka akan dijamin,” kata Putin, seperti dikutip CNN pada Sabtu 15 Maret 2025.

Gencatan Senjata Tertunda, Putin Dinilai Sengaja Tunda Negosiasi

Seiring dengan semakin terdesaknya pasukan Ukraina di Kursk, banyak pihak menduga Putin sengaja menunda pembicaraan terkait proposal gencatan senjata yang diajukan AS hingga wilayah tersebut sepenuhnya berada di bawah kendali Rusia.

Sebelumnya, Ukraina telah menyetujui gencatan senjata selama 30 hari di seluruh garis depan setelah berdiskusi dengan AS di Arab Saudi. Namun Rusia dianggap terus mengulur waktu.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sendiri meragukan keseriusan Putin dalam mencapai perdamaian. Melalui unggahan di platform X, Zelensky menegaskan bahwa Ukraina hanya menginginkan Rusia menghentikan agresi dan menarik pasukannya dari wilayah Ukraina.

“Putin tidak bisa keluar dari perang ini karena itu akan membuatnya kehilangan segalanya. Itulah sebabnya dia kini berusaha menggagalkan negosiasi dengan memberikan syarat yang sangat sulit dan tidak masuk akal sejak awal,” kata Zelensky.

Zelensky juga mendesak AS dan negara-negara yang memiliki pengaruh terhadap Rusia untuk mengambil langkah nyata guna menghentikan perang yang telah berlangsung bertahun-tahun ini.

Dia dijadwalkan menghadiri pertemuan virtual dengan para pemimpin Eropa dan NATO pada Sabtu ini yang dipimpin oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, untuk membahas dukungan lebih lanjut bagi Ukraina.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Giliran ASN dan Pejabat Bea Cukai Diperiksa KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56

Usulan ATM MBG Bakal Dibahas di Komisi IX DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40

UPDATE

Penanganan Kabupaten Terdampak Gempa NTT Terus Difokuskan Kemensos

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:21

KPK Ungkap Pengondisian Pembagian Kuota Haji 50:50 Sebelum MoU RI-Arab Saudi

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:16

BNPB Perkuat OMC Tangani Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:02

Iran Pamerkan Pabrik Rudal Balistik Bawah Tanah

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:26

Pasukan Darat dan Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalsel

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:21

KPK Usut Dugaan Korupsi PBJ Era Bupati Bogor Rudy Susmanto

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:13

Prabowo dan Jokowi Hadiri Pernikahan Kasespri Rizky Irmansyah di JCC

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:07

Desa Sade Terbakar, Ini Sejarah dan Asal-usul Masyarakat Suku Sasak

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:52

Ada Gerhana Bulan Sebagian Akhir Agustus 2026, Catat Jadwalnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:43

Karhutla Kalsel, Api Tak Terlihat tapi Gambut Masih Berasap

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:13

Selengkapnya