Berita

Banjir di Rokan Hulu, Riau/Ist

Nusantara

BNPB: Bencana Akibat Cuaca Ekstrem Masih Terjadi di 4 Daerah

SABTU, 15 MARET 2025 | 16:52 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, kejadian bencana akibat cuaca ekstrem masih terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, terdapat empat wilayah yang terdampak bencana akibat cuaca ekstrem atau hidrometeorologi.

"BNPB terus memantau dan merespons berbagai kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia," ujar dia dalam keterangan tertulis, pada Sabtu, 15 Maret 2025.


Abdul Muhari mengungkapkan, daerah-daerah yang mengalami bencana hidrometeorologi antara lain mengakibatkan banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

"Dan itu berdampak signifikan terhadap masyarakat dan infrastruktur," sambungnya menegaskan.

Abdul Muhari menyebutkan, salah satu daerah yang mengalami dampak signifikan akibat bencana hidrometeorologi adalah Kabupaten Tapanuli Selatan. Sumatera Utara.

"Di mana banjir dan tanah longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan pada Kamis (13/3) malam, menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor di beberapa kecamatan," ungkap Abdul Muhari.

"Akibatnya, ratusan rumah warga terdampak, dan sejumlah warga terpaksa mengungsi. Bencana ini terjadi di tiga kecamatan dengan sembilan desa terdampak, 204 Kepala Keluarga (KK) atau 816 jiwa, sementara 19 KK harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman," urainya.

Selain itu, Abdul Muhari mencatat infrastruktur di daerah itu ikut mengalami kerusakan yang cukup parah, termasuk 204 unit rumah yang terdampak, satu unit jembatan gantung yang mengalami kerusakan, satu unit jembatan gantung rusak berat, serta satu akses jalan yang terputus. 

"Tidak hanya itu, sekitar 400 hektar lahan persawahan turut terdampak oleh bencana ini. Dan untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan, BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan segera melakukan berbagai langkah penanganan guna memastikan keselamatan warga dan pemulihan infrastruktur," ungkapnya. 

Sementara itu, bencana serupa juga terjadi di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, akibat meluapnya Sungai Pawan setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu. 

"Curah hujan yang tinggi di wilayah hulu sungai menyebabkan Sungai Pawan meluap dan mengakibatkan banjir yang merendam pemukiman warga. Kejadian ini terjadi pada Jumat (14/3), pukul 08:31 WIB," paparnya.

Abdul Muhari mengatakan, air dengan cepat memasuki kawasan pemukiman dan menggenangi rumah-rumah warga di dua kecamatan, yakni Kecamatan Rambah dan Kecamatan Rokan IV Koto.

"Menanggapi kondisi ini, BPBD Kabupaten Rokan Hulu bersama tim gabungan segera melakukan kaji cepat dan upaya penanggulangan guna meminimalkan risiko lebih lanjut. Bantuan bagi masyarakat terdampak mulai disalurkan, khususnya untuk keperluan dapur umum," jelasnya.

Selain Rokan Hulu, bencana di Provinsi Riau juga terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi, di mana mengalami bencana banjir akibat meluapnya Sungai Pawan, dan berdampak pada ribuan warga di lima kecamatan mencakup 15 desa.

"Di wilayah lain, angin puting beliung yang disertai hujan deras dengan intensitas tinggi melanda wilayah Desa Sadai, Kecamatan Tukak-Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung pada Jumat (14/3) siang sekitar pukul 13.19 WIB," sambungnya memaparkan.

Kejadian di Bangka Selatan itu, kata Abdul Muhari menyebabkan puluhan rumah warga terdampak, terutama di RT 02 dan RT 03 Dusun Sadai. Karena itu, BPBD Kabupaten Bangka Selatan telah mendirikan posko darurat serta menyalurkan bantuan logistik dan medis kepada korban. 

"Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Dan BNPB mengimbau masyarakat untuk waspada, mengikuti arahan BPBD dan pihak berwenang, serta memperhatikan informasi resmi terkait bencana," demikian Abdul Muhari.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya