Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Fantastis, Gaji CEO Intel Tembus Rp16 Miliar per Bulan

SABTU, 15 MARET 2025 | 08:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

CEO baru Intel, Lip-Bu Tan, akan menerima gaji sebesar 1 juta Dolar AS (sekitar Rp16 miliar) dan berhak atas bonus tunai tahunan hingga 2 juta Dolar AS.

Hal tersebut diumumkan pada Jumat 14 Maret 2025, dua hari setelah Intel menunjuk Tan untuk menggantikan Pat Gelsinger. Ia kini bertugas membawa kembali kejayaan bagi produsen chip tersebut. 

Dikutip dari Reuters, perjanjian kerja Tan mencakup target kinerja tiga tahun, yang membuatnya berhak mempertahankan dua pertiga dari penghargaan sahamnya jika terjadi "perubahan kendali" atau pergeseran signifikan dalam kepemilikan dalam jangka waktu 18 bulan sejak ia bergabung.


Investor menyambut positif penunjukan ini, terlihat dari kenaikan saham Intel hingga 12 persen setelah pengumuman tersebut. Tan dianggap memiliki perspektif baru yang dibutuhkan untuk mengembalikan kejayaan Intel di pasar chip global.

Karena pengalamannya yang mendalam dalam industri chip dan sebagai investor teknologi lama, Tan dipandang sebagai pesaing untuk jabatan teratas sejak Desember, ketika Intel memecat CEO Pat Gelsinger.

Tan, setidaknya untuk saat ini, tetap terlibat aktif dengan perusahaan rintisan, tempat ia berinvestasi melalui firma modal ventura miliknya, Walden International.

Penunjukkan Tan telah membawa angin segar bagi raksasa chip tersebut di pasar modal. Saham Intel menguat dua hari berturut-turut, membalikkan kinerja yang dalam beberapa tahun terakhir merosot. 

Sebagai CEO baru, Tan menghadapi tantangan besar, yaitu mengembalikan kejayaan Intel setelah tertinggal dalam pengembangan chip berbasis kecerdasan buatan (AI). Selain itu, perusahaan juga telah menggelontorkan miliaran dolar untuk membangun bisnis manufaktur chipnya.

Menurut analis dari TD Cowen, penunjukan Tan adalah "pilihan terbaik" bagi para pemegang saham. Ia dikenal memiliki hubungan luas di industri chip, yang dapat membantu Intel menarik lebih banyak pelanggan ke bisnis manufaktur kontraknya.

"Jabatan Tan sebagai CEO di Intel merupakan yang terbaik yang diharapkan oleh para pemangku kepentingan," kata Cowen.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya