Berita

Rektor UMJ, Mamun Murod/RMOL

Politik

Rektor UMJ:

RUU Pemilu Harus Jawab Kegelisahan Presiden

JUMAT, 14 MARET 2025 | 15:51 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu diharapkan selaras dengan visi misi Presiden Prabowo Subianto dalam rangka memperkokoh demokrasi dan memperkuat reformasi politik, itu sebagaimana tertuang dalam Asta Cita. 

Demikian disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Mamun Murod dalam sambutannya di acara seminar bertajuk “Urgensi Revisi UU Pemilu: Penataan Desain Keserentakan Pemilu dan Tata Kelola Penyelenggaraan Pemilu” di Kampus UMJ, Cirendeu, Tangerang Selatan, pada Jumat, 14 Maret 2025. 

Mamun Murod meyakini Presiden Prabowo akan konsisten sejalan antara tindakan dan apa yang diucapkannya. Baik itu terkait efisiensi anggaran, pemberantasan korupsi hingga terkait dengan masalah pemilu di Indonesia. 


“Maka mestinya ini harus menjadi masukan kita bersama, spiritnya harus spirit yang disampaikan oleh Presiden Prabowo, maka UU yang akan muncul dan kemudian akan dibahas, disahkan menjadi UU, mestinya harus bisa menjawab apa yang disampaikan oleh Presiden Prabowo,” ujar Mamun Murod. 

Mamun Murod menyebut, dalam rangka memperbaiki sistem kepemiluan baik itu legislatif maupun eksekutif, maka konsistensi Presiden Prabowo akan diuji.  

“Ya tentu memang semua harus restu dari Istana pasti. Tinggal konsistensi Presiden Prabowo akan diuji di sini,” tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengkritisi sistem pemilu di Indonesia yang dinilai terlalu mahal.

"Menurut saya kita harus perbaiki sistem kita, dan kita tidak boleh malu untuk mengakui bahwa kemungkinan sistem ini terlalu mahal, betul? Dari wajah yang menang pun saya lihat lesu juga," kata Prabowo di HUT ke-60 Partai Golkar di Sentul International Convention Center (SICC), Kamis 12 Desember 2024. 

Dengan begitu, Presiden Prabowo pun menilai bahwa perlu adanya perbaikan sistem pemilu di Indonesia.

"Apalagi ada Mbak Puan (Puan Maharani Ketua DPP PDIP), mari kita berpikir, mari kita tanya apa sistem ini berapa puluh triliun dalam 1-2 hari dari negara, maupun tokoh politik masing-masing," tegas Prabowo.

Prabowo melihat negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, India lebih efisien. Karena DPRD lah yang menunjuk Gubernur hingga Bupati.

"Efisien nggak keluar duit, keluar duit, kayak kita kaya," tandasnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya