Berita

Presiden AS Donald Trump bertemu Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, D.C., AS pada Kamis, 13 Maret 2025/Net

Global

Trump Blak-blakan ke NATO Soal Tujuannya Caplok Greenland

JUMAT, 14 MARET 2025 | 13:02 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali menghidupkan ambisinya untuk mencaplok Greenland, dengan menyatakan bahwa kendali negara adidaya itu atas pulau Arktik yang strategis itu sangat penting bagi keamanan internasional.

Dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Gedung Putih, Trump secara terbuka menyampaikan ambisinya mengambil alih Greenland dan perlunya NATO terlibat dalam upaya tersebut.  

"Anda tahu, Mark, kita membutuhkannya untuk keamanan internasional, bukan hanya keamanan internasional. Kita memiliki banyak pemain favorit kita yang berlayar di sekitar pantai, dan kita harus berhati-hati," kata Trump kepada Rutte, seperti dimuat AFP pada Jumat, 14 Maret 2025.


Pernyataan Trump segera mendapat reaksi dari Perdana Menteri Greenland yang akan lengser, Mute Egede.

"Presiden AS sekali lagi menyuarakan gagasan untuk mencaplok kami. Sudah cukup," tulis Egede di Facebook.

Jajak pendapat menunjukkan bahwa mayoritas warga Greenland menolak bergabung dengan AS, meskipun banyak yang mendukung kemerdekaan dari Denmark.  

Sementara itu, partai oposisi pro-bisnis Greenland, Demokrat, memenangkan pemilu parlemen pada Selasa lalu. Trump menyambut baik hasil pemilu tersebut, menyebutnya sebagai perkembangan yang baik bagi AS.  

Pemerintah Denmark, yang memiliki kedaulatan atas Greenland, sebelumnya telah menolak gagasan Trump untuk membeli pulau itu pada masa jabatan pertamanya.

Namun, kali ini Trump mengisyaratkan bahwa ia bisa melibatkan NATO dalam upayanya.  

Sekjen NATO Rutte, yang ditempatkan dalam posisi sulit, berusaha menghindari perdebatan langsung.

"Saya tidak ingin menyeret NATO ke dalam hal ini," kata pemimpin NATO itu seraya menambahkan bahwa masa depan Greenland harus dibahas oleh negara-negara di utara, terutama mengingat meningkatnya aktivitas Tiongkok dan Rusia di kawasan Arktik.  

Namun, Trump tetap bersikeras, menegaskan bahwa Denmark tidak mau bernegosiasi dan menyatakan bahwa AS mungkin akan memperkuat pangkalannya di Greenland.

"Kami benar-benar membutuhkannya untuk keamanan nasional," ujar Trump.

Selain itu, Trump juga meremehkan klaim Denmark atas Greenland.

"Denmark sangat jauh, dan benar-benar tidak ada hubungannya. Apa yang terjadi, sebuah kapal mendarat di sana 200 tahun yang lalu atau semacamnya? Dan mereka mengatakan mereka memiliki hak atasnya. Saya tidak tahu apakah itu benar. Saya rasa tidak," kata Trump.

Langkah Trump ini diperkirakan akan memperburuk hubungan AS dengan Denmark dan NATO. Selain itu, ketegangan dengan Kanada juga meningkat setelah Trump sebelumnya menyatakan bahwa negara itu lebih cocok menjadi negara bagian ke-51 AS.  

Dengan kekayaan sumber daya mineralnya dan posisinya yang strategis di sepanjang rute peringatan rudal balistik AS, Greenland tetap menjadi target utama dalam strategi geopolitik Trump.

Namun, dengan perlawanan dari Denmark, NATO, dan rakyat Greenland sendiri, ambisi ini kemungkinan akan menghadapi tantangan besar.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya