Berita

Menteri Keuangan Sri Mulyani/RMOL

Politik

Sri Mulyani: Penurunan Penerimaan Pajak Tak Perlu Didramatisasi

KAMIS, 13 MARET 2025 | 17:58 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati agaknya tidak bisa menyembunyikan emosi. Dia meminta isu penurunan penerimaan pajak tidak didramatisir dan dibesar-besarkan.

Menurutnya, pemberitaan yang berlebihan dapat menciptakan ketakutan di masyarakat dan berdampak negatif pada perekonomian nasional.

“Jadi saya mohon teman-teman tidak mendramatisir untuk menciptakan suatu ketakutan. Kayaknya itu memang laku, tetapi tidak bagus untuk kita semua,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Kamis 13 Maret 2025.


Bendahara negara itu menekankan bahwa ketakutan berlebihan dapat memengaruhi stabilitas ekonomi secara keseluruhan, termasuk sektor media yang juga akan terdampak jika perekonomian melemah.

“Untuk ekonomi juga enggak bagus. Untuk Anda semua sebagai media menurut saya juga enggak bagus, karena kalau ekonomi enggak bagus, pasti akan kena juga,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menegaskan bahwa penurunan penerimaan pajak bukanlah hal yang mengkhawatirkan karena mengikuti pola yang telah terjadi sebelumnya. 

Ia merinci dua faktor utama yang memengaruhi penurunan ini, yaitu menurunnya harga komoditas unggulan, seperti batu bara, minyak, dan nikel, yang selama ini berkontribusi besar pada penerimaan negara.

Selanjutnya faktor administrasi perpajakan, termasuk implementasi kebijakan Tarif Efektif Rata-rata (TER) untuk PPh 21 serta relaksasi pembayaran PPN dalam negeri yang memperpanjang batas waktu pelaporan pajak.

"Untuk PPN deadline-nya dimundurkan dan TER kita lihat memengaruhi PPh 21," jelas Sri Mulyani.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, penerimaan pajak hingga Februari 2025 mencapai Rp187,8 triliun, turun 30,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp269,02 triliun.

Meski demikian, Sri Mulyani memastikan bahwa pemerintah tetap waspada dalam merespons perlambatan ekonomi tanpa menciptakan kepanikan.

“Yuk kita jaga sama-sama. Jadi merespons terhadap perlambatan, tentu tetap kita waspada tanpa menimbulkan suatu alarm,” imbuhnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya