Berita

Kolase foto Direktur Utama PT Antam (Tbk) Nicholas D Kanter/RMOL

Politik

Bos Antam Tuding Media Sosial Berlebihan “Ngajar” Korupsi Emas

KAMIS, 13 MARET 2025 | 15:19 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Direktur Utama PT Antam (Tbk) Nicholas D Kanter melakukan klarifikasi soal terjadinya praktik emas palsu yang merugikan negara ratusan triliun.
Hal itu disampaikan Nicholas Kanter ketika rapat kerja bersama Komisi VI DPR membahas tentang evaluasi subholding MIND DI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis, 13 Maret 2025.

Semula, Nicholas Kanter menjawab keluhan dari Ketua Komisi VI DPR Anggia Ermarini terkait Antam yang merugikan negara ratusan triliun hingga menghilangkan kepercayaan masyarakat.

Namun, pihaknya seolah menyalahkan media massa yang membuat berita terkait korupsi Antam sangat berlebihan. 

Namun, pihaknya seolah menyalahkan media massa yang membuat berita terkait korupsi Antam sangat berlebihan. 

“Tadi terkait dengan permintaan dari ibu pimpinan, bahwa karena sekarang kan kita juga mesti meningkatkan kepercayaan masyarakat. Sangat-sangat disayangkan, media itu juga memberikan atau media sosial yang diberikan itu banyak kasus sebenarnya, terkait dengan ada kasus emas palsu 109 ton, padahal itu kasus 7 bulan lalu,” kata Nicholas Kanter.

“Dan sudah di-clarify dan sekarang ini sudah dalam tahap persidangan,”sambungnya.

Ia juga menyayangkan bahwa pemberitaan di media massa yang menyamakan kasus Antam dengan Pertamina dengan kerugian hingga 5 kuadriliun lebih. 

“Jadi ini juga tidak baik bahkan di dalam media yang terakhir, kita itu disampaikan tanpa melebihi bahkan kerugian dari Pertamina jadi 5,9 kuadriliun, itu disampaikan di media dan Alhamdulillah kita berhasil juga bicara dengan Kejaksaan Agung sehingga Kapuspen juga mengeluarkan statement bahwa itu tidak benar,” tegasnya.

Pihaknya mengaku telah melakukan perbaikan di tubuh Antam. Kendati demikian, ia seakan menyalahkan kinerja perusahaan di masa lalu yang kurang baik. 

“Jadi sekarang ini bapak-bapak dan ibu-ibu memang kita telah melakukan perbaikan-perbaikan daripada tata kelola emas karena banyak kasus-kasus emas di masa lalu yang memang kita mesti mengakui bahwa tata kelola kita juga kurang baik, tetapi apa yang diputarkan oleh media itu juga nggak semuanya benar,” tandas dia.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya