Berita

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak/Repro

Politik

Soal TNI Masuk Kementerian/Lembaga, KSAD Tegaskan akan Patuhi Putusan

KAMIS, 13 MARET 2025 | 02:26 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Revisi Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih menjadi pro dan kontra di masyarakat. Khususnya terkait wacana perluasan jabatan sipil yang bisa dimasuki personel TNI aktif.

"Ada banyak pertanyaan tentang revisi Undang-undang (TNI). Saya juga bingung, kenapa DIM (Daftar Inventarisasi Masalah) nya sudah berulang kali disampaikan oleh DPR belum sampai di sana, orang sudah pada ribut," ucap Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak, saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu 12 Maret 2025.

"Saya saja baru kemarin dapat (draf RUU), orang sudah ribut ke mana-mana. Yang dipersoalkan ada dua, Undang-undang yang akan direvisi. Yaitu tentang umur, saya kira tidak perlu banyak dipermasalahkan, silakan saja nanti kebijakan negara, bagaimana nanti kemampuan keuangan, bagaimana nanti kita diskusi jabatan di ketentaraan dan lain sebagainya. Setelah kita menyampaikan DIM, diskusi akan dilaksanakan," sambung KSAD.


Adapun permasalahan kedua adalah terkait personel TNI aktif bisa menduduki jabatan sipil di kementerian/lembaga (K/L). KSAD pun membuka seluas-luasnya diskusi soal revisi UU TNI ini. 

"Jadi ini silakan saja didiskusikan, apakah tentara harus alih status, apakah tentara harus pensiun. Jadi enggak usah diperdebatkan, ribut kanan kiri ke depan, seperti kurang kerjaan," ucapnya. 

Sebab, menurut Maruli, ada forum resmi bagi semua pihak terkait untuk berdiskusi. Satu hal yang pasti, apapun keputusannya nanti, TNI akan mematuhinya.
 
"Kami TNI, Angkatan Darat khususnya, akan loyal 100 persen dengan keputusan. Jadi enggak usah ramai, bikin ribut di media, segala macam. Orde Baru lah. Ini menurut saya otak-otak seperti ini kampungan," tegasnya.

Lebih lanjut, KSAD pun mempertanyakan tujuan pihak-pihak yang mengkritik wacana TNI aktif bisa masuk ke kementerian/lembaga pemerintah. Sebab, saat ada salah satu institusi masuk ke banyak kementerian, pihak tersebut tidak mempermasalahkannya. 

"Dibilangnya kalau tentara masuk ke K/L kasihan yang pembinaan karier, ini orang waktu ada salah satu institusi masuk ke seluruh kementerian, enggak ribut. Apakah dia bekerja di institusi itu?" sindirnya.

Soal wacana TNI aktif bisa masuk ke kementerian/lembaga, Maruli melihat ada anggota yang memang punya potensi. Toh pihaknya terbuka untuk berdiskusi, apakah TNI boleh mendaftar ataukah ditentukan presiden. Semuanya bisa didiskusikan, tapi jangan ada yang berusaha menyerang institusi TNI.

"Apalagi yang tadi saya bilang, ada institusi yang masuk semua ke K/L dia enggak ribut, enggak ada omongan sama sekali. Jadi kita patut curiga, dari mana dia? Agen asing kah? Harus curiga seperti apa dia ini," tandasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya