Berita

Diagram Realisasi APBN Januari 2024-2025/Net

Bisnis

Pemerintah Makin Tidak Transparan di Tengah Masalah Coretax

RABU, 12 MARET 2025 | 16:57 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Langkah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menunda publikasi bulanan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) periode bulan Januari 2025 menuai kritik. 

Pasalnya, penundaan rilis data APBN KiTA (Kinerja dan Fakta) terjadi di tengah ramainya pembahasan masalah sistem Coretax.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira berpandangan terkait langkah Sri Mulyani itu menunjukkan bahwa pemerintah tidak transparan. 


“Tidak dipublikasikannya update APBN Kita makin menunjukkan pemerintah kurang transparan soal kondisi APBN,” kata Bhima kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Rabu 12 Maret 2025. 

Menurut Bhima, langkah Sri Mulyani tersebut akan menurunkan kepercayaan para investor. Bagaimana tidak, baru-baru ini pemerintah mengklaim telah melakukan efisiensi anggaran. Namun di sisi lain, ada permasalahan Coretax hingga wacana penambahan anggaran untuk BPI Danantara. 

“Pemerintah makin tertutup soal kondisi fiskal,” kata Bhima.

Namun demikian, Bhima juga menuai bahwa Kemenkeu juga tengah kebingungan karena situasi penerimaan pajak sedang jatuh, sehingga khawatir sentimen pasar makin negatif.

Padahal, kata Bhima, update APBN yang dilakukan berkala menjadi penting karena perkembangan APBN menjadi referensi proyeksi imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), rating surat utang dan berbagai indikator makro lainnya sepanjang 2025

“Selain sebagai pijakan gambaran makro ekonomi, investor dan masyarakat juga ingin mengetahui pos belanja mana yang terdampak pemangkasan anggaran, serta perkembangan penerimaan perpajakan di tengah kompleksitas Coretax,” pungkasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya