Berita

Prof Yanuar Rizky (tengah)/RMOL

Bisnis

Penerimaan Pajak Awal 2025 Jeblok, Ini Sebabnya

RABU, 12 MARET 2025 | 15:02 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kementerian Keuangan dinilai kurang mengupdate data keuangan negara dari penerimaan pajak hingga pengeluaran negara.

Pakar ekonomi dari The Bright Institute Prof Yanuar Rizky menilai penurunan pajak pada awal 2025 ini lantaran adanya daya beli masyarakat yang turun drastis.

"Kalau dilihat dari mulai MSCI sampai Goldman, isunya memang ke arah Shorting Bond, akibat tekanan daya beli konsumen dan kemampuan korporasi (sisi penerimaan negara dari pajak) plus tekanan belanja," kata Yanuar Rizky kepada wartawan, Rabu, 12 Maret 2025.


Ia mengatakan saat ini masyarakat terbiasa dengan model komunikasi yang positif, sehingga hal negatif dari pemerintah tidak dishare dengan transparan.

"Jadi, kita tak terbiasa dalam komunikasi model mengelola kondisi sulit, makanya lama sekali keluar data, karena selalu model positif," ujarnya.

"Malah makin lama, makin menimbulkan spekulasi," tutupnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya