Berita

Prof Yanuar Rizky (tengah)/RMOL

Bisnis

Penerimaan Pajak Awal 2025 Jeblok, Ini Sebabnya

RABU, 12 MARET 2025 | 15:02 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kementerian Keuangan dinilai kurang mengupdate data keuangan negara dari penerimaan pajak hingga pengeluaran negara.

Pakar ekonomi dari The Bright Institute Prof Yanuar Rizky menilai penurunan pajak pada awal 2025 ini lantaran adanya daya beli masyarakat yang turun drastis.

"Kalau dilihat dari mulai MSCI sampai Goldman, isunya memang ke arah Shorting Bond, akibat tekanan daya beli konsumen dan kemampuan korporasi (sisi penerimaan negara dari pajak) plus tekanan belanja," kata Yanuar Rizky kepada wartawan, Rabu, 12 Maret 2025.


Ia mengatakan saat ini masyarakat terbiasa dengan model komunikasi yang positif, sehingga hal negatif dari pemerintah tidak dishare dengan transparan.

"Jadi, kita tak terbiasa dalam komunikasi model mengelola kondisi sulit, makanya lama sekali keluar data, karena selalu model positif," ujarnya.

"Malah makin lama, makin menimbulkan spekulasi," tutupnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya