Berita

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 11 Maret 2025/RMOL

Politik

Mentan Tegaskan Beras Sisa Impor Tidak Layak Konsumsi

SELASA, 11 MARET 2025 | 20:14 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta maaf kepada Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi Soeharto soal temuan sisa beras impor dari gudang bulog yang banyak kutu di Yogyakarta. 

Amran mengatakan bahwa terdapat ratusan ribu ton beras sisa impor yang tersimpan di gudang Bulog di seluruh Indonesia.

“Bulog melaporkan memang ada 100-300 ribu di seluruh Indonesia dari 2 juta ton, ini sudah masuk list, termasuk Yogya, kami tanya lagi dipercepat di Yogya. Minta maaf Bu Ketua,” kata Mentan Amran Sulaiman kepada Titiek Soeharto dalam rapat kerja bersama, di Gedung Nusantara, Kompleks DPR, Senayan, Selasa, 11 Maret 2025.


Ia mengatakan kepada Dirut Bulog untuk tidak mendistribusikan beras sisa impor tersebut kepada masyarakat lantaran tidak layak konsumsi. 

“Tidak boleh ini diberikan kepada masyarakat. Tetapi begitu kami keluar nanti kami telpon Dirut Bulog,” ucapnya.

“Nanti ini kita kami akan bahas biasanya kita keluarin, tetapi tidak boleh untuk masyarakat, tidak boleh untuk SPHP atau bantuan,” sambungnya. 

Mentan dua periode ini, mengatakan bahwa beras-beras sisa impor tersebut akan dihancurkan jika tidak layak konsumsi.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya