Berita

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi/Istimewa

Nusantara

Gubernur Jateng Optimistis Capai Target Pangan 11 Juta Ton

SELASA, 11 MARET 2025 | 06:16 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Meski menjadi salah satu wilayah lumbung pangan nasional, Jawa Tengah masih harus bekerja keras untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Terutama untuk mencapai target produksi 11 juta ton.

"Pertanian kita mengarah pada lumbung pangan nasional, itu ada 11 kabupaten yang nanti menjadi acuan kita, untuk kita genjot terkait dengan hasil panen," papar Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, usai Rakor Peningkatan Produksi Pangan Menuju Swasembada Pangan di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin 10 Maret 2025. 

Sebagai upaya mendukung peningkatan hasil panen, pihaknya juga telah menggelar rapat dengan Kabulog dan membuat perjanjian dengan mitra pangan pengadaan Bulog, tentang pembelian gabah maupun beras. 


"Lha ini ditindaklanjuti wilayah kita, bagaimana kita menyiapkan infrastruktur pertanian, di antaranya embung juga penguatan saluran primer dan sekundernya untuk mendukung pertanian. Termasuk kita rapatkan sama teman-temen pertanian maupun dari dinas PU," imbuhnya, dikutip RMOLJateng, Senin, 10 Maret 2025. 

Luthfi juga mengaku optimistis, target serapan gabah dan beras di Jateng tercapai. Pun memastikan cadangan beras hingga Lebaran aman. Tidak hanya dari segi kuantitas, namun juga dari sisi harga. 

"Cukup, kita surplus beras," lanjutnya. 

Sementara itu Bupati Karanganyar, Robert Christanto menambahkan, pihaknya  mendukung Karanganyar tetap menjadi salah satu lumbung pangan di Jawa Tengah. 

Pemkab Karanganyar juga sudah sepakat untuk menjaga program dari pemerintah pusat menjadi lumbung pangan dan ini mesti dijaga penuh. 

"Karena dilihat dari jumlah lahan yang kita miliki dan kita tanami jelas masih surplus.  Didukung keberadaan waduk Jlantah nanti yang terserap 90 persen untuk wilayah Karanganyar," pungkasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya