Berita

Pemimpin baru Partai Liberal Kanada, Mark Carney/Net

Dunia

Mark Carney Terpilih Jadi Ketum Partai Liberal, Siap Ambil Alih Jabatan PM Kanada

SENIN, 10 MARET 2025 | 09:40 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Partai Liberal Kanada secara resmi memilih Mark Carney sebagai pemimpin baru dengan perolehan suara mayoritas 85,9 persen pada pemilihan internal yang digelar Minggu, 9 Maret 2025. 

Mantan gubernur Bank Kanada dan Bank Inggris itu akan segera mengambil alih jabatan Perdana Menteri dari Justin Trudeau dalam beberapa hari mendatang.  

Dalam pidato kemenangannya di Ottawa, Carney menegaskan bahwa Kanada menghadapi ancaman serius dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.  


"Orang Amerika menginginkan sumber daya, air, tanah, dan negara kita. Trump menyerang pekerja, keluarga, dan bisnis Kanada. Kita tidak boleh membiarkannya berhasil," tegas Carney di hadapan para pendukungnya, seperti dimuat AFP.

Meskipun baru saja memenangkan kursi kepemimpinan partai, Carney menghadapi tantangan besar di depan mata.

Kanada dijadwalkan menggelar pemilu nasional pada Oktober mendatang, tetapi ia dapat mengadakan pemilihan lebih awal guna memperkuat legitimasi kepemimpinannya. 

Saat ini, Partai Konservatif diprediksi unggul tipis dalam jajak pendapat.  

Sejak mencalonkan diri sebagai pemimpin Liberal, Carney telah menampilkan dirinya sebagai tokoh yang mampu melindungi Kanada dari kebijakan agresif Trump. 

Presiden AS itu telah beberapa kali mengusulkan pencaplokan Kanada sebagai negara bagian ke-51 dan menerapkan kebijakan perdagangan yang dinilai merugikan Kanada.  

Perdebatan mengenai ancaman Trump juga menjadi sorotan di dalam partai. Seorang pendukung Carney, Lozminda Longkines, menyebut pernyataan Trump sebagai "berkah tersembunyi." 

"Kita sangat bersatu. Kita punya musuh bersama," ujarnya sebelum hasil pemilihan diumumkan.  

Senada dengan itu, Greg MacEachern, seorang anggota Partai Liberal, menekankan pentingnya momen politik saat ini.  

"Ini adalah waktu yang serius, dan saya pikir orang-orang telah menanggapi pemilihan kepemimpinan ini dengan sangat, sangat serius," kata dia.

Jajak pendapat dari Angus Reid yang dirilis pekan lalu menunjukkan bahwa 43 persen warga Kanada lebih percaya Carney untuk menghadapi Trump dibandingkan pemimpin Partai Konservatif, Pierre Poilievre, yang hanya mendapat dukungan 34 persen.  

Carney, 59 tahun, dikenal sebagai sosok yang berasal dari dunia keuangan. Ia mengawali karier sebagai bankir investasi di Goldman Sachs sebelum beralih ke sektor publik, memimpin Bank Kanada dan kemudian Bank Inggris. 

Namun, ia belum pernah menduduki jabatan politik terpilih, yang menjadi sasaran kritik dari lawan-lawannya. 

Partai Konservatif telah meluncurkan kampanye negatif yang menuduh Carney sebagai politisi yang mudah berubah sikap dan meragukan pengalamannya dalam pemerintahan.  

Sementara itu, Carney justru menampilkan dirinya sebagai alternatif segar dari Trudeau, yang menurutnya kurang fokus pada pembangunan ekonomi.  

"Saya pikir kami telah disingkirkan sekitar empat bulan lalu, dan sekarang kami kembali ke tempat yang seharusnya," ujar Frank Baylis, mantan anggota parlemen yang juga mencalonkan diri sebagai pemimpin Liberal.  

Dalam beberapa hari mendatang, Trudeau dan Carney dijadwalkan bertemu dengan Gubernur Jenderal Kanada, Mary Simon, untuk secara resmi menyerahkan kepemimpinan pemerintahan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya