Berita

Viral korban penganiayaan minta keadilan ke Komisi III DPR/TikTok

Hukum

Viral Wanita Korban Penganiayaan Minta Keadilan ke DPR, Ngaku Diabaikan Polres Samosir

MINGGU, 09 MARET 2025 | 19:57 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Seorang wanita korban penganiayaan meminta keadilan ke Komisi III DPR atas kasus yang dialaminya. Aduan ini disampaikan usai mengaku telah membuat laporan ke Polres Samosir tiga bulan lalu namun tidak ditindaklanjuti.

Aduan itu disampaikan korban bernama Eni Mariaty Nainggolan melalui video yang diunggah di akun TikTok @mariatynainggolan3.

"Saya bernama Erni Mariaty Nainggolan, meminta tolong kepada Bapak DPR RI Komisi III. Pak, tolong bantu saya untuk mendapatkan perlindungan hukum yang adil di Polres Samosir pak," kata Erni seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Minggu, 9 Maret 2025.


Dalam videonya, Erni menyebut Polres Samosir telah merampas haknya sebagai korban penganiayaan. Sebab ia hanya disebut sebagai korban kecelakaan tunggal, bukan penganiayaan.

Bahkan Erni menyebut oknum aparat kepolisian Polres Samosir menghilangkan bukti keterangan saksi mata terhadap peristiwa penganiayaan yang dialaminya.

"Akibat penganiayaan itu saya mengalami cedera pada otak saya pak, pendarahan sehingga saya harus dirujuk dari Rumah Sakit Umum Daerah Pangururan Samosir ke Pelita Insani Pematang Siantar," jelas Erni dengan kondisi rambut sudah terpotong pendek.

Dari keterangan dokter, ia diharuskan melakukan dua kali operasi pemindahan tempurung kepala.

"Tolong bantu saya pak, tegakkan keadilannya Polres Samosir pak," sambung Erni didampingi suami.

Erni menjelaskan, suaminya bernama Simon Andre Halomoan Simbolon telah membuat laporan penganiayaan ke Polres Samosir pada 26 Desember 2024. Namun hingga Maret 2025 ini, Polres Samosir tak kunjung menangkap pelaku penganiayaan.

"Pelakunya berkeliaran pak. Polres Samosir tidak menanggapi laporan kami, tolonglah pak, bantu kami tegakkan hukum, agar saya mendapatkan keadilan," kata Erni memohon.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya