Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Harga Kopi Makin Menghantam, Pedagang Hindari Menimbun Pasokan

SABTU, 08 MARET 2025 | 13:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga kopi semakin melambung. Label harga yang dipatok beberapa pasar menunjukkan harga tersebut mengalami kenaikan yang cukup signifikan sejak beberapa bulan terakhir dan terus menanjak setiap minggunya. 

Kenaikan ini membuat konsumen harus berpikir ulang, yang kemudian berdampak pada pedagang.

Pedagang kopi global mengatakan mereka telah memangkas pembelian mereka karena industri tersebut terguncang oleh lonjakan harga yang tidak masuk akal. 


Pada konvensi tahunan Asosiasi Kopi Nasional AS di Houston minggu ini, para peserta mengatakan mereka terkejut dengan kenaikan 70 persen sejak November tahun lalu untuk kopi Arabika berjangka di bursa ICE, patokan untuk transaksi kopi di seluruh dunia.

Dikutip dari Reuters, Sabtu 8 Maret 2025, Renan Chueiri, Direktur Jenderal di ELCAFE C.A. di Ekuador, mengatakan tahun ini adalah pertama kalinya pembuat kopi instan itu tidak menjual semua produksi tahunannya yang biasanya ditunggu-tunggu. 

"Biasanya di saat-saat ini, kami sudah menjual habis. Tetapi sejauh ini kami menjual kurang dari 30 persen dari produksi," katanya.

"Kenaikan harga yang besar menggerogoti arus kas klien, mereka tidak punya cukup uang untuk membeli apa yang mereka butuhkan," tambahnya.

Kenaikan harga kopi dipicu oleh ketiadaan pasokan karena penghasil kopi, utamanya Brasil, tengah mengalami panen yang lebih sedikit yang diakibatkan cuaca. 

Brasil, yang merupakan penghasil utama kopi, dan telah mengurangi ketersediaan biji kopi.

Sekarang, pedagang yang akan membeli kopi di petani atau di tempat-tempat produksi kopi, harus memesannya lebih dulu dan menunggu untuk beberapa waktu sampai ada ketersediaan. Semua orang menghindari yang namanya penimbunan karena surutnya konsumen.

Banyak transaksi terkini di Brasil, katanya, dilakukan dengan cara yang sangat konservatif.

"Anda punya waktu tujuh hari untuk pergi ke perkebunan atau gudang dan mengambil kopi Anda. Anda memeriksa kualitasnya, dan jika bagus, Anda melakukan pembayaran dan pergi membawa kopi tersebut," kata Renan.  

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya