Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

GINSI: Importir Rugi Banyak jika Ikuti Jadwal Libur yang Ditetapkan Pemerintah

SABTU, 08 MARET 2025 | 13:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pelarangan kendaraan sumbu tiga mulai berlaku selama Operasi Ketupat 2025 atau momen Lebaran 2025 atau pada 26 Maret hingga 8 April 2025. Pelarangan tersebut berlaku untuk jalan tol dan jalan arteri.

Menanggapi hal ini Wakil Ketua Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Timur, Medy Prakoso, mengatakan bahwa pelarangan tersebut akan memiliki dampak yang panjang.

Selain mengganggu ketersediaan stok bahan baku di pabrik juga mengakibatkan banyak tenaga kerja yang menganggur. 
 

 
“Ketersedian bahan bakunya terhambat. Akibatnya, para pekerjanya juga kan terpaksa banyak yang menganggur karena nggak ada kerjaan,” ujarnya, dalam keterangan yang dikutip Sabtu 8 Maret 2025.
 
Sementara jika harus menggunakan truk sumbu 2, menurutnya biaya yang dikeluarkan para importir akan sangat besar. 

Medy Prakoso menegaskan, operasional para importir tidak bisa mengikuti jadwal libur yang ditetapkan pemerintah. Hal itu disebabkan para importir sudah memiliki jadwal yang direncanakan sejak lama untuk pembelian dan stok, termasuk juga jadwal pengiriman, 

Artinya, pengadaan barang semua sudah disesuaikan dengan jadwal pengirimannya. Para importir kalau mau produksi sudah menghitung kapan bahan baku itu dibutuhkan dan berapa besar kebutuhannya. 

"Ada yang namanya PPIC (Production Plan Inventory Control) dan FIFO (First In First Out) yang dibuat untuk merancang dan mengontrol semua proses produksi," terangnya. 

Jika mesin pabrik sudah start, itu tidak bisa berhenti lagi. Sebab, menurutnya, dibutuhkan biaya lebih besar lagi jika harus mematikan dan menghidupkan mesin. Biaya listrik terus berjalan, demikian juga dengan biaya ar dan pajak

"Jadi, dampak pelarangan itu terhadap kami para importir cukup luas,” katanya. 
 
Ia berharap ke depan ada penataan dari Kementerian Perhubungan agar tidak menyulitkan bagi para importir. Ia juga berharap bisa diajak dalam rapat untuk memberi masukan sebelum kebijakan pelarangan terhadap truk sumbu 3 itu diterapkan. 

Ia mengibaratkan, jika setengah hari saja importir tidak bekerja, itu akan sangat berdampak terhadap perekonomian. Dia mengutip apa yang pernah disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mengatakan bahwa rumus ekonomi itu adalah consumer good, investasi, government extended ditambah dengan diferensial antara ekspor dan impor.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya