Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Rupiah Dibuka Menguat Rp16.336, BI Ungkap Penyebabnya

JUMAT, 07 MARET 2025 | 11:16 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar (kurs) Rupiah dibuka menguat ke posisi Rp16.336 per Dolar AS pada perdagangan Jumat 7 Maret 2025.

Mata uang Garuda itu menguat tipis 4 poin atau tumbuh 0,02 persen dari perdagangan sebelumnya.

Menguatnya kurs Rupiah di kisaran Rp16.300 ini telah terjadi dalam beberapa hari terakhir, dibanding perdagangan pekan sebelumnya yang mendekati level Rp16.600 per Dolar AS.


Bank Indonesia (BI) menjelaskan penguatan Rupiah ini dipicu oleh rebound-nya modal asing di pasar saham. 

Direktur Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, R. Triwahyono, mengatakan bahwa sejak pekan lalu pelemahan Rupiah yang cukup dalam terus terjadi imbas banyaknya modal asing yang kabur dari pasar saham. 

Meski demikian, melalui asesmen terbaru dari JP Morgan yang telah menaikkan peringkat saham perbankan Indonesia, seperti BCA, telah berdampak positif terhadap penguatan Rupiah pekan ini.

"Itu membuat akhirnya berbalik (inflow), kita lihat bahwa termasuk hari ini pasar saham di Indonesia relatif mengalami rebound yang cukup tinggi, dan ini juga balik lagi dampaknya kepada rupiah karena memang banyak di-drive oleh perilaku asing di saham," kata Tri dalam Taklimat Media, di Jakarta pada Kamis 6 Maret 2025.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya