Berita

SM+ Memulai Pembangunan Pusat Data Unggulan di Kawasan Pusat Bisnis Jakarta/Ist

Bisnis

Sinarmas Bangun Data Center SMX01 di Jakarta, Telan Dana Rp4,9 Triliun

KAMIS, 06 MARET 2025 | 13:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perusahaan infrastruktur dan layanan digital SM+ meresmikan peletakan batu pertama pembangunan SMX01, di Kawasan Pusat Bisnis Jakarta, Kamis 6 Maret 2025.

SMX01 adalah pusat data AI-ready dan kaya akan konektivitas, hasil kerja sama dengan mitra usaha patungannya, yaitu Korea Investment Real Asset Management (KIRA). 

Fasilitas canggih ini menelan investasi senilai lebih dari 300 juta Dolar AS atau sekitar Rp4,9 triliun dan dikembangkan melalui kerja sama dengan LG Sinar Mas sebagai penasihat teknologi dan operator.


Presiden Direktur & CEO SM+, Herson Suindah, mengatakan SMX01 dijadwalkan mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2026.

"SMX01 bertujuan untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat akan infrastruktur digital di Asia Tenggara, yang mana ekonomi digitalnya diproyeksikan akan mencapai 1 triliun Dolar AS pada tahun 2030," terang Herson dalam acara groundbreaking.

Pusat data ini akan memiliki luas data hall white space hampir 15.500 meter persegi. 

"SMX01 adalah pusat data yang dirancang untuk memenuhi beragam kebutuhan pelanggan, mulai dari bisnis enterprise hingga perusahaan hyperscale global," lanjut Herson. 

SMX01 memiliki infrastruktur andal yang mendukung hingga 2.400 rak yang terbagi ke dalam sembilan data hall dengan skalabilitas yang tinggi. 

Setiap data hall mampu menampung hingga 340 rak dan dapat disesuaikan untuk memenuhi berbagai permintaan pusat data, termasuk untuk memenuhi layanan colocation, hyperscale yang memerlukan rak dengan kepadatan daya tinggi, serta pemanfaatan pusat data lainnya yang mulai muncul seperti aplikasi Artificial Intelligence (AI) dan machine learning. 

SMX01 juga akan dilengkapi dengan fitur-fitur yang mendukung kebutuhan daya yang besar untuk komputasi berkinerja tinggi, sehingga siap mendorong Indonesia menjadi pusat transformasi dan inovasi teknologi di Asia Tenggara.

“Pusat data terbaru ini mencerminkan komitmen kami untuk menyediakan infrastruktur digital yang aman dan memiliki skalabilitas, sehingga dapat menghubungkan pasar Indonesia yang sedang berkembang dengan ekosistem digital global,” ujar Herson. 

Sementara itu, CEO KIRA Yong Sik Kim, mengatakan senang dapat kolaborasi dengan SM+ dan LG Sinar Mas dalam proyek pusat data unggulan ini. 

"Investasi kami di SMX01 menegaskan keyakinan kami terhadap pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia,” katanya.

Korea Investment Real Asset Management (KIRA) adalah perusahaan asset management yang memiliki spesialisasai dalam investasi dan pengelolaan dana pada alternative assets, termasuk real estate dan infrastruktur. 

Per Desember 2024, dana kelolaan KIRA mencapai lebih dari 5 miliar Dolar AS. 

KIRA merupakan anak perusahaan langsung dari Korea Investment Holdings (KIH), perusahaan induk keuangan non-bank pertama di Korea dengan total aset sebesar 66,8 miliar Dolar AS pada tahun 2023. 

Senada, CEO LG Sinar Mas, Dong Hyup Han, mengatakan sennag dengan kolaborasi ini. 

“Kolaborasi kami dengan SM+ dan KIRA dalam proyek SMX01 merupakan pencapaian penting dalam memajukan infrastruktur digital Indonesia. Dengan menggabungkan keahlian teknologi kami dan pengetahuan SM+ terhadap pasar lokal, kami menetapkan tolok ukur baru untuk pusat data di kawasan ini,” katanya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya