Berita

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

Politik

Ceramah Anies di UGM Refleksi Bagi Demokrasi

KAMIS, 06 MARET 2025 | 11:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyoroti tanda-tanda kematian demokrasi dalam ceramahnya di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam acara yang berlangsung dalam suasana Ramadan itu, Anies membahas pembangunan infrastruktur pendidikan serta dinamika politik yang tengah terjadi di Indonesia.

Ceramah Anies dinilai Presidium Forum Alumni Kampus Seluruh Indonesia (Aksi), Juju Purwantoro sebagai kritik terhadap praktik politik yang tengah berlangsung. 


Pasalnya, keputusan politik saat ini lebih banyak ditentukan oleh kepentingan segelintir elite partai dibanding aspirasi rakyat.

"Hal itu bisa juga kita katakan merupakan bentuk kejahatan demokrasi oleh negara atau parpol," kata Juju kepada redaksi, Kamis 6 Maret 2025.

Di hadapan ratusan mahasiswa dan masyarakat yang hadir, Anies mengungkapkan bahwa demokrasi bisa mati ketika aturan main diubah secara sepihak, lawan politik disingkirkan dari kontestasi, dan wasit (penyelenggara pemilu) dikuasai pihak tertentu.

Anies juga menjelaskan bahwa demokrasi yang sehat ditandai dengan keberadaan oposisi, pembagian kekuasaan, serta kebebasan berbicara. 

Juju memandang, kasus pembatalan pencalonan Anies dalam Pilgub Jakarta 2024 menjadi salah satu contoh nyata dari dugaan kejahatan demokrasi yang terorganisir oleh negara atau partai politik. 

Sistem pemilu yang seharusnya mengedepankan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber dan jurdil) kini terancam oleh rekayasa politik dan konspirasi untuk mengamankan kepentingan tertentu.

Namun, harapan bagi demokrasi Indonesia tetap terbuka. Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 62/PUU-XXII/2024 yang dikeluarkan pada 20 Agustus 2024 telah menghapus aturan presidential threshold (PT) 20 persen.

Sehingga partai politik kini dapat mencalonkan pasangan presiden dan wakil presiden tanpa syarat minimal perolehan kursi DPR atau suara nasional.

"Dengan adanya banyak calon, membuat pilihan masyarakat menjadi lebih variatif dan angin segar demokratis, jika dibandingkan hanya dua bahkan satu  pasangan calon saja," jelasnya.

Pernyataan Anies di UGM pun menjadi refleksi bagi banyak pihak, bahwa demokrasi harus tetap dijaga agar tidak menjadi alat kepentingan kelompok tertentu.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya