Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Euro Melejit ke Level Tertinggi, Greenback Tertekan

KAMIS, 06 MARET 2025 | 09:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap Euro. Investor mulai memperhitungkan potensi kontraksi AS, dengan trader di pasar prediksi Kalshi menyiratkan peluang 42 persen terjadinya resesi AS tahun ini.

Kalshi adalah pasar pertukaran dan prediksi keuangan Amerika yang berbasis di Lower Manhattan, New York City. 

Dolar AS juga melemah terhadap sebagian besar mata uang, yang terbebani prospek pertumbuhan yang tidak pasti akibat kekhawatiran tentang dampak tarif terhadap inflasi dan ekonomi. 


Dikutip dari Reuters, indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama,  anjlok 1,2 persen menjadi 104,29 pada penutupan perdagangan Rabu 5 Maret 2025 atau Kamis WIB.

Prospek pertumbuhan Eropa membaik setelah Jerman mengusulkan dana infrastruktur senilai 500 miliar Euro (531 miliar Dolar AS), yang berpotensi mengimbangi ketegangan perdagangan global.

Euro pun melejit menuju minggu terbaiknya sejak November 2022, melesat lagi setelah pengumuman Selasa malam dari sejumlah partai yang berharap membentuk pemerintahan Jerman berikutnya untuk merombak aturan pinjaman dan membentuk pendanaan baru.

Rabu, Euro menguat 1,5 persen menjadi 1,0791 Dolar AS, menuju kenaikan harian terbaiknya sejak November 2023. 

Euro juga menguat terhadap mata uang lain, termasuk Pound Inggris, Yen Jepang, dan Franc Swiss.

Mata uang Eropa lainnya juga menguat terhadap Dolar AS. Poundsterling menguat, terakhir diperdagangkan naik 0,8 persen menjadi 1,2897 Dolar AS. 

Terhadap Franc Swiss, Dolar naik 0,2 persen menjadi 0,8903 Franc.

Tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat yang sebagian sebagai akibat dari ketidakpastian tentang tarif, juga melemahkan greenback. 

Dolar turun 0,6 persen terhadap Yen menjadi 148,87.

Data ekonomi Amerika yang dirilis Rabu bervariasi, dengan penggajian swasta melambat tajam bulan lalu. 

Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP mengungkapkan perlambatan pertumbuhan penggajian swasta Amerika pada Februari, dengan peningkatan hanya 77.000 pekerjaan, di bawah perkiraan kenaikan 140.000.

Di sisi lain, pertumbuhan sektor jasa AS meningkat secara tak terduga sepanjang Februari dan harga input menguat. Purchasing managers index (PMI) nonmanufaktur Institute for Supply Management naik ke 53,5 pada bulan lalu, dari 52,8 di Januari.

Di Asia, China menjanjikan lebih banyak stimulus fiskal, menandakan upaya yang lebih besar untuk meningkatkan konsumsi guna melindungi pertumbuhan ekonomi. Yuan pun menguat 0,2 persen menjadi 7,239 per Dolar AS.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya