Berita

Anggota DPR dari Partai Demokrat, Al Green di Kongres AS pada Selasa malam waktu setempat, 4 Maret 2025/Net

Dunia

Anggota DPR Al Green Diusir dari Ruang Sidang usai Mencela Trump

RABU, 05 MARET 2025 | 14:31 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Anggota DPR dari Partai Demokrat, Al Green, dikeluarkan dari ruang sidang DPR setelah menginterupsi pidato Presiden Donald Trump di hadapan Kongres pada Selasa malam, 4 Maret 2025.

Green, yang berasal dari Houston, Texas, berdiri dan meneriakkan: "Tuan Presiden, Anda tidak memiliki mandat!" beberapa menit setelah Trump berbicara tentang kebijakan pemotongan Medicaid. 

Namun, suaranya langsung tenggelam oleh sorakan "U-S-A!" dari anggota Partai Republik. Ketua DPR Mike Johnson kemudian memerintahkan agar Green dikeluarkan dari ruangan.  


Setelah dikeluarkan, Green berbicara kepada pers dan menegaskan bahwa dirinya siap menerima konsekuensi atas tindakannya.  

“Ini adalah negara terkaya di dunia, dan kita masih memiliki orang-orang yang tidak mendapatkan perawatan kesehatan yang layak. Kita harus berbuat lebih baik. Tapi sekarang, mereka malah ingin memangkas Medicaid, yang diperuntukkan bagi rakyat miskin,” tegas Green, seperti dimuat BBC pada Rabu, 5 Maret 2025.

Green juga mengungkapkan bahwa ia tengah mempersiapkan langkah-langkah untuk memakzulkan Presiden Trump, melanjutkan upayanya sejak masa jabatan pertama Trump.  

Selain interupsi Green, beberapa anggota Partai Demokrat menunjukkan bentuk protes lainnya.  

Salah satunya Alexandria Ocasio-Cortez yang qmelakukan siaran langsung di Instagram setelah pidato Trump, memperingatkan bahwa pemerintahan Trump dan Partai Republik "akan menyerang Medicaid".

Sejumlah anggota Demokrat mengenakan gaun merah muda sebagai simbol penolakan terhadap kebijakan ekonomi Trump yang dinilai berdampak lebih besar pada perempuan.

Beberapa lainnya mengenakan dasi berwarna biru dan kuning sebagai bentuk dukungan terhadap Ukraina, menyusul keputusan Trump untuk menghentikan bantuan militer ke negara tersebut.  

Di sisi lain, Trump dalam pidatonya menegaskan bahwa ia "baru memulai" dan tetap berpegang pada kebijakan pemotongan anggaran, meskipun mendapat tentangan dari Partai Demokrat.  

Selama pidato, sebagian besar anggota Partai Demokrat tetap duduk diam, dengan beberapa di antaranya mengangkat plakat bertuliskan “palsu” sebagai respons terhadap klaim Trump.

Sebaliknya, anggota Partai Republik tampak antusias, berulang kali mengepalkan tangan dan meneriakkan "U-S-A!" sepanjang pidato.  

Insiden ini menunjukkan semakin memanasnya persaingan politik menjelang pemilu mendatang, dengan isu pemotongan Medicaid menjadi salah satu medan pertempuran utama antara kedua partai.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya