Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Kemendag Harus Gerak Cepat Kendalikan Harga Sembako

SELASA, 04 MARET 2025 | 13:39 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Tren kenaikan harga bahan pokok (sembako) terus terjadi di awal bulan suci Ramadan.

Menyikapi hal ini, Anggota Komisi VI DPR, Imas Aan Ubudiah, mendesak pemerintah segera mengambil tindakan cepat mengendalikan harga sembako.
 
"Mumpung masih awal Ramadan, pemerintah harus gerak cepat kendalikan harga sembako agar harga sembako jangan sampai tidak terkendali selama bulan Ramadan. Apalagi nanti saat Lebaran tiba," katanya lewat keterangan tertulis, Selasa 4 Maret 2025. 


Berdasarkan pantauan di pasar, beberapa harga sembako mengalami kenaikan signifikan, terutama cabai rawit merah yang mencapai Rp120 ribu per kilogram di Pasar Palmerah, Jakarta. 

Harga bawang merah juga naik menjadi Rp36 ribu per kilogram, telur ayam ras Rp30 ribu per kilogram, dan minyak goreng MinyaKita Rp18 ribu per liter, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter. 

Kenaikan harga ini sangat dikeluhkan masyarakat, terutama untuk cabai rawit yang menjadi kebutuhan pokok, terutama saat Ramadhan.

"Jangan menormalisasi adanya kenaikan harga sembako saat Ramadan karena seharusnya pemerintah cegah itu agar tidak menjadi cerita klasik yang berulang," tegasnya.

Imas menilai operasi pasar yang dilakukan pemerintah belum efektif mengatasi masalah kenaikan harga sembako. Menurutnya operasi pasar bukanlah solusi utama dalam pengendalian harga sembako. 

"Operasi pasar itu tidak bisa dijadikan solusi utama untuk mengendalikan harga sembako. Itu hanya cara instan. Apalagi tidak dilakukan merata di berbagai daerah di Indonesia,” katanya. 

Katanya, Kementerian Perdagangan perlu mencari tahu akar masalah kenaikan harga sembako saat Ramadan. Apakah dari sisi pasokan, distribusi, atau munculnya para spekulan yang memainkan harga pasar. 

“Kami percaya pemerintah dapat segera kendalikan harga sembako," tandasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya