Berita

Petugas mengevakuasi warga terdampak banjir/Ist

Nusantara

Puluhan RT di Jakarta Terendam Luapan Ciliwung

SENIN, 03 MARET 2025 | 08:14 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Banjir merendam sejumlah wilayah di Jakarta pasca hujan lebat yang melanda Jabodetabek sejak Minggu malam, 2 Maret 2025.

Hujan lebat menyebabkan kenaikan Bendung Katulampa menjadi siaga 3 (Waspada) Pukul 20.20 WIB, siaga 2 (Siaga) Pukul 20.40 WIB, dan siaga 1 (Bahaya) Pukul 21.30 WIB.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, genangan terjadi di 38 RT hingga pukul 07.00 WIB.


"Banjir diakibatkan luapan Kali Ciliwung," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji dalam keterangan resmi, Senin 3 Maret 2025.

Menurut Isnawa, Jakarta Selatan terdapat 18 RT terendam banjir yang terdiri dari Kelurahan Tanjung Barat dengan jumlah 4 RT dengan ketinggian 40 sampai 180 cm.

Lalu di Kelurahan Pengadegan terdapat 1 RT dengan ketinggian 130 cm, Kelurahan Rawajati 7 RT dengan ketinggian 100 sampai 220 cm, Kelurahan Pejaten Timur 6 RT dengan ketinggian 350 sampai 370 cm.

Banjir juga menggenangi puluhan RT di wilayah Jakarta Timur

Kelurahan Bidara Cina 3 RT dengan ketinggian 160 sampai 170 cm, Kelurahan Kampung Melayu 4 RT dengan ketinggian 150 cm, Kelurahan Balekambang 3 RT dengan ketinggian 170 sampai 230 cm.

Kelurahan Cawang 5 RT dengan ketinggian 220 cm, Kelurahan Cililitan 2 RT dengan ketinggian 100 sampai 200 cm, Kelurahan Gedong 3 RT dengan ketinggian 80 sampai 200 cm.

Untuk Kelurahan Kampung Melayu terdapat 30 jiwa yang mengungsi di SDN Kampung Melayu 01/02

"Bantuan BPBD yang disuplai berupa makanan siap saji 1000 boks," kata Isnawa.

BPBD mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengoordinasikan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.

"Bersama dengan para lurah dan camat setempat, kami menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas," kata Isnawa.



Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya