Berita

Pelaksanaan salat tarawih di lokasi pengungsi korban bencana pergerakan tanah di Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya/RMOLJabar

Nusantara

Korban Korban Tanah Longsor Pasrah Salat Tarawih di Pengungsian

MINGGU, 02 MARET 2025 | 04:41 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Suasana haru menyelimuti pelaksanaan salat tarawih di lokasi pengungsian warga korban pergerakan tanah di Desa Cikondang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Sabtu malam, 1 Maret 2025.

Meski dalam keterbatasan, warga yang terdampak bencana tetap berkumpul di GOR Desa Cikondang, tempat mereka mengungsi setelah rumah-rumah hancur akibat pergerakan tanah yang semakin meluas.

Salat tarawih kali ini terasa sangat emosional, mengingat mereka harus menjalani bulan suci Ramadan di tengah kesulitan. Dalam suasana penuh haru, mereka tetap melaksanakan ibadah dengan khusyuk, saling memberikan semangat dan doa agar diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan.


Para pengungsi terlihat saling berbagi rasa kepedulian, baik antarsesama korban maupun dengan relawan yang turut hadir membantu. Meski berada di tempat pengungsian yang jauh dari kenyamanan, semangat kebersamaan dan keimanan tetap menjadi penguat bagi mereka untuk terus bertahan dan berharap akan masa depan yang lebih baik.

Rasman (45), seorang Ketua RT setempat, mengungkapkan bahwa meskipun kondisi mereka jauh dari kata ideal, pelaksanaan salat tarawih ini menjadi salah satu penguat spiritual yang sangat dibutuhkan di tengah kesulitan yang mereka alami.

"Biasanya kami tarawih di masjid dekat rumah, sekarang harus di pengungsian. Rasanya sedih, tapi kami tetap bersyukur masih bisa berkumpul dan beribadah bersama," kata Rasman, dikutip RMOLJabar, Sabtu malam, 1 Maret 2025.

Ia juga berharap agar doa-doa yang dipanjatkan dapat menjadi berkah dan membawa perubahan positif bagi masa depan mereka.

"Kami hanya bisa berharap bencana ini segera berakhir. Kami rindu rumah kami, rindu suasana Ramadan seperti dulu. Tapi setidaknya, kami masih bisa bersama, beribadah, dan saling menguatkan," ucapnya.

Sementara itu, Ketua MUI Desa Cikondang, KH Rukmana, yang memimpin salat tarawih malam itu, juga mengungkapkan bahwa kegiatan salat tarawih di pengungsian ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa di balik setiap cobaan, masih ada harapan dan kekuatan yang dapat diambil dari ibadah dan kebersamaan.

"Ini pengalaman pertama bagi kami semua, melaksanakan tarawih di pengungsian," ucap KH Rukmana.

Ia menyampaikan bahwa Ramadan tahun ini terasa berbeda bagi warga, karena mereka harus menjalani ibadah dalam kondisi darurat.

"Biasanya kami di masjid yang sekarang sudah roboh. Tapi kami harus tetap sabar dan yakin bahwa ujian ini akan berlalu," paparnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 103 kepala keluarga (271 jiwa) terdampak, dengan 88 KK (223 jiwa) telah dievakuasi. Rumah mereka kini hanya tinggal puing-puing, sementara masjid dan madrasah yang dulu menjadi pusat ibadah dan pendidikan juga rata dengan tanah.

Sejak akhir Januari 2025, bencana pergerakan tanah telah mengubah kehidupan warga Desa Cikondang. Setiap hari, tanah bergeser hingga 10-20 cm per jam, menyebabkan rumah-rumah retak dan akhirnya roboh.

Selain salat tarawih Ramadan, warga di pengungsian juga berencana mengadakan kuliah subuh dan tadarus bersama.

"Semua kegiatan dilakukan untuk menjaga semangat kebersamaan dan keimanan di tengah cobaan yang kita hadapi saat ini," tutup KH Rukmana.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya