Berita

Ilustrasi/Ist

Publika

Salat dan Kasih Sayang Allah

Oleh: Laksma TNI (Purn) Jaya Darmawan, M.Tr.Opsla*
JUMAT, 28 FEBRUARI 2025 | 23:36 WIB

SALAT adalah puncak ibadah yang tidak hanya berupa ritual fisik, tetapi juga perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah. Banyak di antara kita yang menjalankan sholat hanya sebagai rutinitas tanpa memahami esensi mendalam di baliknya. Padahal, jika dilakukan dengan penuh kesadaran dan penghayatan, salat dapat menjadi jalan untuk menenangkan hati, mengendalikan ego, dan mengaktifkan kasih sayang Allah dalam diri kita.

Artikel ini akan mengajak kita merenungkan kembali makna sholat, khususnya dalam bagaimana gerakan dan bacaan dalam salat dapat membentuk karakter dan jiwa yang penuh kasih sayang, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Ankabut (29:45):

“Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar…”


Mari kita telaah bagaimana setiap bagian dalam sholat sesungguhnya adalah pelatihan untuk menundukkan ego dan menghidupkan cinta serta kelembutan dalam hati.

Kita harus menghayati etiap gerakan dan bacaan dalam salat. Takbiratul Ihram merupakan momen kita masuk ke puncak kehadiran Allah. Ketika kita mengangkat tangan dan mengucapkan “Allahu Akbar”, kita sedang meninggalkan dunia sejenak untuk memasuki keheningan suci bersama Allah. Ini adalah momen di mana kita melepaskan segala kegelisahan, kekhawatiran dan kesibukan duniawi.

Sejak awal, kita diajak untuk menikmati salat sebagai pertemuan dengan Allah, bukan sekadar kewajiban yang harus dilakukan.

Al-Fatihah merupakan pintu pembuka hati untuk merasakan kehadiran Allah. Surat Al-Fatihah adalah inti dari salat. Kata ‘Fatihah’ sendiri berarti “pembuka,” yaitu pembuka hati kita agar lebih peka terhadap kehadiran Allah.

Lafadz Bismillahirrahmanirrahim, kita mengawali dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Alhamdulillahirabbil ‘alamin, kita menyadari bahwa segala puji hanya milik Allah, bukan milik ego kita. Ar-Rahmanir-Rahim, kita menyadari bahwa seluruh alam semesta ini berjalan atas dasar kasih sayang-Nya.

Ketika hati terbuka, kita tidak hanya membaca Al-Fatihah, tetapi juga merasakan bahwa Allah benar-benar hadir dalam hidup kita.

Berdiri dalam salat, posisi ego merupakan di Atas hati. Dalam posisi berdiri, otak kita berada di atas hati. Otak adalah pusat ego dan keinginan, sedangkan hati adalah tempat zat kasih sayang Allah dalam diri kita.

Namun, jika ego terlalu dominan, hati menjadi tertutup. Oleh karena itu, salat mengajarkan kita untuk merendahkan ego sedikit demi sedikit agar hati lebih terbuka untuk menerima cahaya Allah.

Rukuk menyejajarkan pikiran dengan hati. Ketika kita rukuk, kita menundukkan kepala hingga sejajar dengan hati. Ini bukan sekadar gerakan fisik, tetapi simbol dari menyeimbangkan antara akal dan nurani.

Sering kali dalam kehidupan, kita terlalu mengikuti logika dan keinginan duniawi tanpa mendengarkan suara hati. Rukuk mengajarkan kita untuk menyejajarkan keduanya, agar tidak hanya berpikir dengan kepala, tetapi juga dengan rasa dan kelembutan hati.

Sujud meletakkan ego di titik terendah. Sujud adalah gerakan paling kuat dalam salat. Saat sujud, kepala yang biasanya berada di posisi tertinggi kini diletakkan di tanah, bahkan lebih rendah dari hati.

Ini adalah simbol dari kepasrahan total kepada Allah. Dalam sujud, kita meletakkan semua ambisi, hawa nafsu, dan keinginan kita di bawah, membiarkan nurani yang dipenuhi kasih sayang Allah mengambil alih.

Tidak heran jika dalam Islam, sujud disebut sebagai posisi terdekat seorang hamba dengan Tuhannya.

Salam menyebarkan kasih sayang ke sekeliling. Salat diakhiri dengan salam ke kanan dan ke kiri. Ini bukan sekadar penutup, tetapi juga simbol bahwa setelah mengaktifkan kasih sayang Allah dalam diri, kini saatnya menyebarkannya kepada sesama manusia.

Seorang yang benar-benar memahami salat akan menjadi pribadi yang lebih lembut, penuh kasih sayang dan menjauhi segala bentuk kezaliman.

Kesimpulan

Salat sebagai aktivasi kasih sayang dalam hidup. Salat bukan hanya sekadar kewajiban, melainkan proses transformasi diri. Jika dilakukan dengan benar, salat akan menjadikan kita lebih sabar dan penyayang, mengurangi dominasi ego dan hawa nafsu, mengajarkan keseimbangan antara akal dan hati dan membantu kita lebih merasakan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan.

Sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Ankabut (29:45), salat memiliki output nyata dalam kehidupan, yaitu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Jika salat kita benar, maka karakter kita juga akan semakin baik.

Semoga kita semua dapat semakin memahami dan menghayati setiap gerakan dan bacaan dalam sholat, sehingga benar-benar menjadi sarana untuk menyatu dengan kasih sayang Allah dan menyebarkannya dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin.

*Penulis adalah Purnawirawan TNI AL, pemerhati masalah kebangsaan

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

UPDATE

Nicko Widjaja: Investasi ke TaniHub Bukan Kehendak Pribadi

Kamis, 04 Juni 2026 | 22:07

Bos BEI Minta Investor Tidak Panik saat IHSG Anjlok

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:57

Di Tengah Gejolak Global, Investor AS Tetap Lirik Peluang di Bali

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:56

Pimpinan Baru BGN Fokus Optimalkan MBG ke Daerah 3T

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:36

Istana Beri Sinyal Said Iqbal Bakal Masuk Kabinet

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:29

Kejagung: Dapur MBG Afiliasi Dadan Cs Tetap Jalan

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:22

Legislator PDIP Dorong Kejelasan Skala Prioritas Kurikulum Nasional

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:19

Sinergi Polda Sumsel, PTPN IV Optimalkan Sistem Pengamanan Aset Perkebunan

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:19

Kepala dan Dua Wakil BGN Baru Dilantik Senin Besok

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:17

Sesuai Survei, Kinerja Pertamina Berhasil Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:13

Selengkapnya