Berita

Acara "Mentan Sapa Petani Penyuluh (MSPP) Volume 08", Jumat 28 Februari 2025/Repro

Nusantara

Sektor Perkebunan jadi Tantangan dan Peluang bagi Penyuluh Pertanian Wujudkan Swasembada Pangan

JUMAT, 28 FEBRUARI 2025 | 20:08 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sangat berharap Indonesia dapat mencapai swasembada pangan, khususnya padi dan jagung, dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Untuk itu, selain menekan impor, pemerintah juga perlu memperkuat beberapa komoditas pertanian lainnya termasuk komoditas perkebunan, agar dapat diekspor.

"Kita juga harus mampu menekan impor dan memperkuat beberapa komoditas pertanian lainnya termasuk komoditas perkebunan untuk dapat diekspor sehingga menambah devisa bagi negara," kata Amran.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widiarsanti menekankan, subsektor perkebunan memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Sektor perkebunan tidak hanya berkontribusi terhadap ekspor dan ketahanan pangan, tetapi juga dalam penciptaan lapangan kerja serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.


“Kebijakan pembangunan sektor perkebunan harus dirancang secara komprehensif untuk menjawab berbagai tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada,” tuturnya.

Pada acara Mentan Sapa Petani Penyuluh (MSPP) Volume 08, Jumat 28 Februari 2025, yang bertema "Kebijakan Pembangunan Sektor Perkebunan: Tantangan dan Peluang bagi Penyuluh Pertanian", perwakilan dari Ditjen Perkebunan, Agnes, memaparkan bahwa total nilai ekspor nasional mencapai Rp3.438,4 triliun. 

Dari jumlah tersebut, sektor nonpertanian menyumbang 86,30 persen, sementara sektor pertanian berkontribusi sebesar 13,70 persen, di mana 92,96 persen berasal dari sektor perkebunan.

Agnes juga mengungkapkan hasil Evaluasi Produksi Akhir Giling Tahun 2024, yang mencatat luas areal panen mencapai 520.823 hektare. Di mana produksi tebu sebesar 33.216.612 ton dan rendemen 7,42 persen, menghasilkan gula kristal putih (GKP) sebanyak 2.456.514 ton.

“Luas areal mengalami peningkatan sebesar 3,18 persen, dan rendemen meningkat sebesar 1,47 persen dibandingkan tahun 2023. Produksi tebu mengalami kenaikan 6,99 persen, sementara produksi gula meningkat sebesar 8,56 persen. Peningkatan ini dipengaruhi oleh anomali El Nino medium, di mana musim kemarau yang terjadi masih tergolong kemarau basah,” jelas Agnes.

Agnes juga menyoroti bahwa komposisi tanaman ratoon masih di atas 75 persen, sehingga diperlukan upaya peremajaan (bongkar ratoon) untuk meningkatkan produktivitas tebu. Selain itu, realisasi impor yang telah dilakukan juga perlu disesuaikan dengan semua persetujuan impor (PI) yang telah diterbitkan.

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam mendukung petani dan pelaku usaha perkebunan guna meningkatkan produktivitas serta mendorong ekspor hasil perkebunan. 

Melalui kebijakan yang tepat dan pendampingan yang intensif, diharapkan sektor perkebunan dapat semakin berkontribusi dalam pencapaian swasembada pangan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

PUI: Pernyataan Kapolri Bukan Ancaman Demokrasi

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:52

BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA Sesuai UUD 1945

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:34

HMI Sumut Desak Petugas Selidiki Aktivitas Gudang Gas Oplosan

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:26

Presiden Prabowo Diminta Bereskan Dalang IHSG Anjlok

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:16

Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Praka Hamid Korban Longsor Cisarua

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:54

PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:53

TSC Kopassus Cup 2026 Mengasah Skill dan Mental Petembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:23

RUU Paket Politik Menguap karena Himpitan Kepentingan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:45

Kuba Tuding AS Lakukan Pemerasan Global Demi Cekik Pasokan Minyak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:44

Unjuk Ketangkasan Menembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:20

Selengkapnya