Berita

Pertemuan Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno dengan Wakil Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura Keith Tan di Gedung MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis 27 Februari 2025/Ist

Politik

Eddy Soeparno-Wamendag Singapura Bahas Kerja Sama Carbon Capture Storage

JUMAT, 28 FEBRUARI 2025 | 00:00 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Singapura saat ini fokus pada kebijakan energi terbarukan, diantaranya pemanfaatan energi ramah lingkungan secara luas, termasuk pengembangan Carbon Capture Storage (CCS) lintas negara.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura Keith Tan dalam pertemuan bersama Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno di Gedung MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis 27 Februari 2025.

“Dalam pengembangan CCS lintas negara ini, Singapura melihat potensi Indonesia yang besar sebagai mitra dan karena itu kami terus berupaya menjalin kerjasama yang saling menguntungkan bagi kedua negara,” kata Keith. 


Merespons Keith, Eddy Soeparno menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong bidang usaha rendah karbon, termasuk CCS sebagai salah satu solusi pengurangan emisi karbon sekaligus peluang ekonomi bagi Indonesia. 

“CCS selain sebagai solusi lingkungan, tetapi lebih dari itu merupakan peluang ekonomi yang mendatangkan investasi, menyerap tenaga kerja, transfer teknologi dan menyumbang pertumbuhan PDB nasional,” tuturnya. 

Selain membuka lapangan kerja dan nilai tambah PDB bagi Indonesia, kata Eddy, CCS juga mendukung program Ketahanan Energi Presiden Prabowo Subianto dengan mengurangi emisi karbon sekaligus berkontribusi mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

Berkaitan dengan kerjasama CCS dengan Singapura, Doktor Ilmu Politik UI ini meyakini Indonesia memiliki potensi ekonomi yang signifikan melalui investasi dari berbagai perusahaan yang diikuti dengan pembukaan lapangan kerja. 

“Indonesia memiliki potensi penyimpanan karbon terbesar di Asia, serta jarak yang relatif dekat dengan Singapura, sehingga biaya transportasi lebih rendah. Dengan berbagai keunggulan tersebut, kerja sama ini diharapkan dapat membawa manfaat bagi kedua negara," tuturnya.

Secara khusus, Eddy juga menyampaikan komitmennya secara proaktif memberikan pemahaman yang akurat untuk meluruskan berbagai persepsi negatif tentang CCS. 

“Karena itu kami di MPR terus berupaya meluruskan berbagai persepsi ini dengan terus menyampaikan CCS sebagai solusi keberlanjutan lingkungan sekaligus memanfaatkan potensi ekonomi Indonesia,” pungkasnya.



Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya