Berita

Salah satu tersangka korupsi Pertamax oplosan (tengah) digelandang menuju rumah tahanan (Foto: Antara)

Bisnis

Korupsi Pertamax Oplosan Nyaris Rp1.000 Triliun, Dolar AS Libas Rupiah di 16.400

KAMIS, 27 FEBRUARI 2025 | 16:32 WIB | OLEH: ADE MULYANA

SESI perdagangan suram akhirnya kembali terjadi pada hari keempat pekan ini, Kamis 27 Februari 2025. Di tengah minimnya sentimen regional yang tersedia, pelaku pasar disuguhi kabar terkini dari kebijakan Presiden AS Donald Trump yang bersiap mengenakan tarif masuk sebesar 25 persen atas produk asal blok Uni Eropa.

Untuk dicatat, negara-negara kawasan Uni Eropa yang sejauh ini telah menjadi mitra dagang terbesar AS dan pengenaan tarif masuk akan menghadirkan gejolak yang serius. Tekanan jual akhirnya menderas hingga menjungkalkan mata uang utama dunia untuk sekaligus mengangkat kembali posisi Indeks Dolar. Akibat lanjutannya pasar uang Asia dengan mudah terimbas.

Gerak melemah terlihat kompak dilakukan seluruh mata uang Asia, meski cenderung di rentang terbatas. Pantauan menunjukkan, kinerja melemah yang hampir konsisten berlangsung di sepanjang sesi yang sekaligus mengindikasikan sulitnya investor menemukan sentimen positif.


Hingga sesi perdagangan sore ini berlangsung, seluruh mata uang Asia tercatat lengser di zona merah dengan pelemahan tertajam terjadi pada Baht Thailand yang sempat rontok hingga kisaran 0,9 persen. Kinerja mata uang negeri tetangga itu telah terpukul konsisten dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara pada Rupiah, kinerja merah yang terkesan konsisten hingga tak sempat menjejak zona penguatan di sepanjang sesi. Rupiah bahkan terlihat bertahan kukuh di zona pelemahan pada sesi sore. Hingga ulasan ini disunting, Rupiah tercatat bertengger di kisaran Rp16.445 per Dolar AS atau merosot 0,49 persen dengan sempat mencetak titik termurahnya di Rp16.449 per Dolar AS. Pelaku pasar terlihat kesulitan mendapatkan pijakan sentimen domestik untuk sekedar menahan kemerosotan Rupiah.

Sentimen domestik minor terkini justru datang dari megakorupsi Pertamax oplosan di Pertamina. Skandal korupsi yang sedang ditangani Kejaksaan ini disebutkan besaran skalanya yang sangat mengejutkan dengan kemungkinan merugikan keuangan negara nyaris menembus kisaran Rp1.000 triliun. Untuk dicatat, besaran korupsi tersebut jauh melampaui kinerja Pertamina yang di tahun 2023 hanya mencetak laba bersih sebesar Rp72 triliun.

Besaran korupsi tersebut juga nyaris setara dengan sepertiga APBN 2024 yang sebesar Rp3.325 triliun. Megakorupsi ini seakan menantang langkah Presiden Prabowo yang baru saja meluncurkan Danantara, di mana Pertamina masuk di dalamnya.

Rangkaian situasi dan sentimen yang tersedia bahkan terkesan mempersulit Rupiah untuk sekedar mengikis pelemahan. Pelaku pasar kini berharap rilis data inflasi bulanan dan indeks aktivitas manufaktur pada sesi pekan depan mampu menahan laju Dolar AS yang masih liar.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya