Berita

Elon Musk/Net

Global

Elon Musk Ngaku Terima Banyak Ancaman Pembunuhan Sejak Bantu Trump

KAMIS, 27 FEBRUARI 2025 | 13:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sejak menjabat sebagai Wakil Ketua Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), Elon Musk mengaku mendapat banyak ancaman pembunuhan. 

Hal itu ia ungkap selama rapat Kabinet pertama Presiden Donald Trump pada Rabu waktu setempat, 26 Februari 2025. 

Musk mengatakan bahwa upaya efisiensi anggaran federal yang ia lakukan telah menyebabkan ratusan orang kehilangan pekerjaan.  


"Kami menghabiskan banyak uang untuk Departemen Pertahanan. Kita menghabiskan lebih dari 1 triliun dolar AS untuk bunga. Jika ini terus berlanjut, negara ini akan bangkrut secara de facto. Ini bukan hal yang opsional. Ini penting. Itulah alasan saya di sini. Saya menerima banyak kecaman, dan mendapat banyak ancaman pembunuhan," ujar Musk, seperti dikutip dari CNN.

Dalam pertemuan tersebut, Musk hadir dengan mengenakan kaus bertuliskan "dukungan teknologi" dan topi bertuliskan "Make America Great Again", slogan yang identik dengan Partai Republik.  

Meskipun turut serta dalam rapat Kabinet, Musk sebenarnya bukanlah anggota resmi Kabinet atau pejabat yang disetujui oleh Senat AS. 

Gedung Putih dalam dokumen pengadilan juga membantah bahwa ia memiliki tanggung jawab atas DOGE, meskipun Trump menyebut Musk bertanggung jawab atas departemen tersebut.  

Trump sendiri memuji kehadiran Musk dan menyebut bahwa kabinetnya terdiri dari individu-individu terbaik. 

"Presiden Trump telah menyusun Kabinet terbaik yang pernah ada. Dan saya tidak memberikan pujian palsu. Ini adalah sekelompok orang yang luar biasa. Saya rasa tim yang berbakat seperti ini belum pernah dibentuk," kata Musk.  

Namun, kehadiran Musk dalam kabinet ternyata tidak sepenuhnya diterima oleh semua pejabat.

Trump mengakui bahwa beberapa anggota kabinetnya tidak sepakat dengan peran Musk.

"Ada yang tidak senang dengan Elon? Jika ya, maka kami akan mengusir mereka dari sini," kata Trump, yang memicu berbagai reaksi dari peserta rapat.  

Sebagai bagian dari langkah efisiensi pemerintahan, Trump menandatangani perintah eksekutif yang menginstruksikan lembaga-lembaga untuk bekerja sama dengan DOGE dalam meninjau dan mengakhiri kontrak yang dianggap tidak perlu. 

Selain itu, Administrasi Layanan Umum juga diperintahkan untuk menyusun rencana dalam menjual properti pemerintah yang tidak diperlukan.  

Keberadaan Musk dalam pemerintahan terus menuai perdebatan, terutama terkait sejauh mana kewenangan yang dimilikinya. 

Namun, bagi Trump, Musk adalah bagian penting dari misinya untuk mengubah cara kerja pemerintah federal.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya