Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Apple akan Bangun R&D Center di Indonesia, Pertama di Asia

KAMIS, 27 FEBRUARI 2025 | 12:59 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Raksasa teknologi Apple akan mendirikan pusat penelitian dan pengembangan (R&D) di Indonesia yang berfokus pada pengembangan perangkat lunak. 
Pusat R&D ini akan menjadi yang kedua di luar Amerika Serikat setelah Brasil, sekaligus yang pertama di Asia.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa pusat R&D ini akan menggamdeng belasan perguruan tinggi di dalam negeri.

"Sehingga R&D Center di Indonesia nantinya akan merupakan yang kedua di luar AS dan yang pertama di Asia. Pendirian R&D Center akan melibatkan 15 perguruan tinggi di Indonesia, termasuk ITB, UI, UGM, dan ITS yang tergabung dalam Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC)," ujar Agus dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis 27 Februari 2025.


Selain membangun pusat R&D, Apple bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga menyusun Roadmap Manufaktur Apple hingga 2029. Roadmap ini bertujuan untuk memperluas keberadaan rantai pasok global (Global Value Chain/GVC) Apple di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Kemenperin menyambut baik komitmen investasi Apple untuk periode 2023-2029 dan memastikan bahwa kesepakatan yang dicapai dengan Apple akan memberikan manfaat bagi Indonesia.

Investasi dan Pemenuhan TKDN

Agus mengungkapkan bahwa Apple tetap memilih Skema 3 dalam memenuhi kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), yakni melalui investasi inovasi. Pada periode 2020-2023, Apple telah menyelesaikan kewajibannya dengan nilai 10 juta Dolar AS.

Sebagai bagian dari komitmennya, Apple akan menambah investasi untuk memenuhi sanksi akibat belum sepenuhnya menjalankan komitmen inovasi pada periode sebelumnya. Penambahan investasi ini dilakukan dengan melibatkan ICT Luxshare, salah satu perusahaan dalam rantai pasok global Apple, yang akan berinvestasi sebesar 150 juta Dolar AS untuk memproduksi aksesori AirTag di Batam. Pabrik ini akan menjadikan Indonesia sebagai pemasok utama, dengan 65 persen AirTag di pasar dunia diproduksi di Indonesia.

Selain itu, Apple juga berkomitmen untuk menggunakan komponen baterai AirTag dari produsen dalam negeri serta menyiapkan lini produksi di Long Harmony, Bandung, untuk memproduksi kain mesh yang digunakan dalam AirPods Max.

Dalam perundingan terbaru, Kemenperin memutuskan bahwa kesepakatan ini merupakan siklus baru, bukan perpanjangan dari siklus sebelumnya.

"Sudah disepakati berdasarkan hitungan yang sudah diatur dalam Permenperin No. 29 Tahun 2017, bahwa Apple akan membawa hard cash sebesar 160 juta Dolar AS dalam konteks pemenuhan kewajiban mereka untuk Skema 3," kata Agus.

Pengembangan SDM

Dalam nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani, Apple juga berkomitmen untuk mendirikan beberapa institusi pengembangan sumber daya manusia di Indonesia, termasuk Apple Software Innovation and Technology Institute, Apple Professional Developer Academy, serta memastikan keberlanjutan Apple Academy.

Selain investasi dalam bentuk dana tunai, Kemenperin memperkirakan bahwa dampak ekonomi dari program inovasi Apple bisa mencapai 72,3 juta Dolar AS.

Dampak ini mencakup transfer teknologi dari Apple Academy senilai 47,3 juta Dolar AS sepanjang 2023-2029, serta investasi yang dari bisnis yang didirikan oleh lulusan Apple Academy, yang diperkirakan mencapai 25 juta Dolar AS untuk 50 perusahaan atau startup.

Pemerintah Indonesia dan Apple sepakat untuk memastikan pelaksanaan MoU berjalan sesuai harapan. Untuk itu, Apple telah menunjuk pihak ketiga guna mengawal implementasi kesepakatan ini.

Dengan selesainya perundingan antara Kemenperin dan Apple, tahapan berikutnya adalah penerbitan sertifikat TKDN.

"Dalam hal ini, semua keperluan administrasi untuk penerbitan sertifikat TKDN telah disiapkan oleh Apple dan akan diproses oleh Kemenperin melalui Sistem Informasi Industri Nasional atau SIINas," kata Agus.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya