Berita

Dr. Teguh Santosa usai memberi kuliah umum di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU), di Medan/RMOL

Politik

Hubungan Spesial Indonesia dan Korea Modal jadi Juru Damai

RABU, 26 FEBRUARI 2025 | 18:18 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Indonesia berpeluang besar menjadi promotor perdamaian antara Korea Utara dan Korea Selatan. Keterlibatan Indonesia dalam perdamaian di Semenanjung Korea ini sejalan dengan prinsip “good neighbor” atau tetangga yang baik sebagaimana diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto.

“Salah satu ciri tetangga yang baik adalah menawarkan solusi dan jalan keluar atas kebuntuan di arena internasional, dalam hal ini di Semenanjung Korea,” ujar pengamat politik luar negeri Dr. Teguh Santosa dalam kuliah umum yang digelar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU), di Medan, Selasa, 25 Februari 2025.

Kuliah umum Teguh bertema “Reunifikasi Korea: Game Theory” yang diangkat dari buku terbarunya yang berjudul sama. Dalam buku tersebut, Teguh mendekati konflik di Semenanjung Korea menggunakan dua pisau analisis.


Pertama, pisau analisis two-level game yang menyimpulkan kebijakan luar negeri setiap negara dipengaruhi dinamika politik domestik dan politik global. Kedua, pisau analisis game theory yang menggambarkan setiap aktor negara sebagai pemain yang berusaha menerapkan strategi tertentu untuk memenangkan permainan dan di saat yang sama menebak strategi yang digunakan lawan.

Dengan kedua pisau analisis ini, Teguh membedah dinamika politik di kedua Korea dan aktor negara lain yang memiliki kepentingan langsung di Semenanjung Korea. Aktor lain yang disebutnya sebagai multipihak itu adalah Amerika Serikat, Jepang, Rusia dan Tiongkok yang pernah bergabung dalam Six-Party Talks membicarakan denuklirisasi Semenanjung Korea, namun akhirnya gagal.

“Kegagalan itu terjadi karena keempatnya memiliki kepentingan langsung dan merupakan bagian dari persoalan di Semenanjung Korea, sehingga ketulusan mereka sebagai promotor perdamaian diragukan pihak-pihak yang bertikai,” ujar Teguh.

Sementara Indonesia, sebut Teguh, telah menjalin hubungan baik dengan masing-masing Korea sejak lama. Indonesia dan Korea Utara memulai hubungan diplomatik di tahun 1961. Lalu di tahun 1965, Kim Il Sung dan Kim Jong Il berkunjung ke Indonesia untuk menghadiri peringatan satu dasawarsa Konferensi Asia Afrika.

Dalam kunjungan itu juga, Presiden Sukarno memberikan bunga anggrek kepada Kim Il Sung yang kemudian dinamakan Bunga Kimilsung. Kisah persahabatan dengan Indonesia masih tetap hidup di tengah masyarakat Korea Utara.

Sementara hubungan Indonesia dengan Korea Selatan dimulai tahun 1973. Sejauh ini, kedua negara memiliki hubungan ekonomi yang cukup baik. Korea merupakan salah satu negara dengan nilai investasi yang signifikan di Indonesia. Sepanjang 2019 hingga 2024, total investasi Korea Selatan di Indonesia tercatat hampir mencapai 14 miliar dolar AS di berbagai sektor.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya