Berita

Direktur Utama Telkom Indonesia (Persero), Ririek Adriansyah/Ist

Bisnis

Sederet Prestasi Telkom di Bawah Komando Dirut Ririek Adriansyah

RABU, 26 FEBRUARI 2025 | 17:01 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kinerja Ririek Adriansyah selama belasan tahun telah menorehkan sederet prestasi bagi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Paling mentereng, Direktur Utama Telkom Indonesia ini telah membawa perusahaan hingga meraih predikat 'Forbes 2023 World’s Best Employer' atau perusahaan terbaik dunia selama tiga tahun berturut-turut.

Di bawah komando Ririek, Telkom menempati peringkat 8 dunia dalam kategori industri telecommunication & services. Telkom mengungguli perusahaan telekomunikasi lain, seperti KT Korea, Vodafone UK, Nokia Finland, Kapsch Austria, Singtel Singapore, dan NTT Jepang.


Sebelum menjadi Dirut Telkom Indonesia, Ririek menjabat sebagai Dirut Telkomsel pada periode 2015-2019. Di Telkomsel, ia membawa perusahaan mengalami pertumbuhan signifikan.

Sosok Ririek di Telkom bukan orang baru. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Wholesale and International Businesses (WIBS) Telkom Indonesia pada periode 2013-2015, kemudian Direktur Compliance and Risk Management Telkom Indonesia periode 2012-2013, dan Direktur Telin pada periode 2011-2012.

Sementara di Telkom Indonesia, Ririek terpilih sebagai Dirut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2018 di Jakarta, Jumat 24 Mei 2019. Saat itu, ia menggantikan Alex Janangkih Sinaga.

Praktis sejak Telkom berbentuk PT atau persero, baru Ririek yang menjabat sebagai Dirut lebih dari lima tahun.

Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah mengatakan, prestasi Ririek tidak bisa diabaikan dalam pertumbuhan Telkom. Menurut Trubus, tidak ada salahnya jika muncul usulan regenerasi di tengah prestasi Ririek yang cukup baik.

“Jadi, supaya ada inovasi, sesuatu yang baru, dan percepatan gerak dinamika Telkom ke depannya agar ada perbaikan kinerja perusahaan,” kata Trubus dikutip Rabu, 26 Februari 2025.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya