Berita

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto/RMOL

Politik

Surat Desakan Copot Menteri Yandri Susanto Tembus ke Prabowo

RABU, 26 FEBRUARI 2025 | 13:30 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Lokataru Foundation resmi mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendesak pemecatan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. 

Hal ini dilakukan menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan Yandri terbukti menyalahgunakan jabatannya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Serang.  

Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen menyampaikan bahwa surat tersebut merupakan tindak lanjut atas temuan lembaganya mengenai dugaan pelanggaran yang dilakukan Yandri.  


"Kami menyerahkan surat kepada Presiden untuk meminta agar Yandri dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Desa. Kita menemukan dugaan kecurangan dan juga pelanggaran yang dilakukan oleh Menteri Desa Yandri. yaitu menggunakan fasilitas negara dan juga menggunakan kewenangannya untuk mengerahkan kepala desa memilih istrinya," ujar Delpedro di Sekretariat Negara, Rabu, 26 Februari 2025.   

Selain mengirim surat kepada Presiden, kata Delpedro, Lokataru juga mengambil sejumlah langkah hukum dan administratif lainnya. 

Mereka telah mengirimkan surat ke berbagai pihak terkait, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhaimin Iskandar agar menertibkan dan merekomendasikan pemecatan Yandri.  

Kemudian Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) , mereka meminta Ketua dan Wakil Ketua DPR memanggil Yandri untuk dievaluasi serta merekomendasikan pemecatannya.  

Delpedro juga menyebut pihaknya telah bersurat ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut dugaan penggunaan dana negara dalam kegiatan politik yang dilakukan Yandri.  

Terakhir Delpedro berencana ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) untuk mengajukan gugatan terkait perbuatan melawan hukum oleh pejabat negara.  

Selain itu, menurut Delpedro, Lokataru juga menyoroti dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan Yandri, di antaranya, Undang-Undang Desa, Undang-Undang Pemilu dan Pilkada, dan Undang-Undang Administrasi Pemerintahan.

Menurut Delpedro, keterlibatan Yandri dalam Pilkada Kabupaten Serang tidak hanya sebatas pelanggaran administrasi tetapi juga berpotensi masuk ke ranah pidana.  

"Putusan MK menyatakan ini adalah pelanggaran pemilu. Ini pintu masuk bagi kepolisian dan KPK untuk memeriksa lebih jauh. Apakah Yandri hanya menggunakan kewenangannya atau juga menggunakan dana negara? Jika terbukti, maka ini bisa masuk ke UU Tipikor dan UU KKN," tegasnya.  

Selain mendesak pemecatan Yandri, Lokataru juga mengkritik Partai Amanat Nasional (PAN), tempat Yandri bernaung sebagai Wakil Ketua Umum.  

"Saya menyayangkan sikap PAN yang tampak menutupi atau melindungi Yandri. Bahkan, Saleh Daulay dari PAN menyebut putusan MK aneh. Ini menunjukkan PAN berusaha melindungi pejabat yang melanggar hukum," ujar Delpedro.  

Lokataru ingin agar pemecatan Yandri harus dilakukan sebelum Pilkada ulang di Kabupaten Serang. Karena jika Yandri tetap menjabat, kemungkinan pola kecurangan yang sama akan terulang.  

"Jadi kami mendorong supaya menteri desa Yandri dipecat, diberhentikan itu sebelum pilkada pulang di Kabupaten Serang," kata Delpedro.  

Saat ini, Lokataru menunggu respons dari pihak Istana. Jika dalam beberapa hari ke depan tidak ada tindak lanjut, mereka akan mengajukan permohonan audiensi serta melanjutkan laporan ke KPK dan gugatan ke PTUN.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya