Berita

Ilustrasi/Net

Tekno

Gara-gara DeepSeek, China Borong Chip AI Nvidia H20

RABU, 26 FEBRUARI 2025 | 09:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Chip kecerdasan buatan (AI) Nvidia H20 menerima banyak pesanan seiring meningkatnya permintaan yang tinggi untuk model AI murah dari DeepSeek.

Sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan, Tencent, Alibaba dan ByteDance, termasuk di antara perusahaan Tiongkok yang meningkatkan pesanan H20, sebuah chip khusus untuk China karena kontrol ekspor Amerika Serikat (AS).

"Selain kebutuhan internal mereka akan chip AI canggih, ketiga raksasa teknologi tersebut menyediakan layanan komputasi awan yang melaluinya perusahaan lain dapat mengakses dan menggunakan peralatan AI," kata sumber, seperti dikutip dari Reuters, Rabu 26 Februari 2025.


Seorang sumber di salah satu pembuat server terbesar di China mengatakan, perusahaan-perusahaan kecil di sektor seperti perawatan kesehatan dan pendidikan juga membeli server AI yang dilengkapi dengan model DeepSeek dan chip Nvidia H20.

"Sebelumnya, hanya perusahaan keuangan dan telekomunikasi berkantong tebal yang membeli server dengan sistem komputasi AI," tambah sumber tersebut.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump sendiri sedang mempertimbangkan untuk memberlakukan pembatasan penjualan chip H20 ke China. Sementara ancaman kontrol lebih lanjut dapat menjadi faktor dalam lonjakan pesanan, sumber tersebut menyebut DeepSeek sebagai alasannya.

Model bahasa besar DeepSeek menyaingi sistem Barat dalam hal kinerja dengan biaya yang jauh lebih murah karena berfokus pada "inferensi" atau menghasilkan kesimpulan. Hal itu mengoptimalkan efisiensi komputasi daripada hanya mengandalkan daya pemrosesan mentah.

"Ketika DeepSeek diluncurkan, banyak yang salah menilai bahwa permintaan daya komputasi mungkin stagnan atau menurun," kata Nori Chiou, direktur investasi di White Oak Capital Partners yang berbasis di Singapura.

"Kenyataannya, model AI yang lebih canggih mendorong integrasi yang lebih dalam ke dalam kehidupan sehari-hari, yang secara eksponensial meningkatkan kebutuhan komputasi tingkat inferensi," ujarnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya