Berita

Kebersamaan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Prabowo Subianto/Ist

Politik

Demokrat: Hati Kami Permanen ke Pak Prabowo

SELASA, 25 FEBRUARI 2025 | 21:06 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Partai Demokrat menegaskan komitmennya untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto selama lima tahun ke depan.

Namun untuk usulan koalisi permanen, Jurubicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menekankan hal tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam forum khusus.

"Hati kami permanen ke Pak Prabowo selama lima tahun ini," ujarnya di arena Kongres VI Partai Demokrat di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Selasa 25 Februari 2025.


Terkait Pilpres 2029, Demokrat membuka kemungkinan untuk tetap bersama Prabowo, tetapi akan mengikuti mekanisme internal partai. 

"Untuk 2029, tentu kami harus bersidang lagi. Ada AD/ART, ada mekanisme yang harus ditempuh," tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat memberikan sinyal bahwa Prabowo bisa memimpin hingga 10 tahun ke depan. 

Hal ini pun diamini Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meskipun tetap menekankan bahwa keputusan final akan mengikuti aturan partai.

Selain soal koalisi, Demokrat juga mengungkap  merasa nyaman berada dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan akan tetap memberikan masukan secara konstruktif. 

"Pak Prabowo sangat terbuka terhadap masukan, baik dari Pak SBY maupun Mas AHY," tandas Herzaky.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya