Berita

Sekjen PBNU sekaligus Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul/RMOLJatim

Politik

Ini Wejangan Mensos Gus Ipul kepada Warga NU Gresik

MINGGU, 23 FEBRUARI 2025 | 02:43 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf, memberikan pengarahan terhadap para peserta peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-102 NU yang digelar PCNU Gresik di Masjid KH. Robbach Maksum, Sabtu, 22 Februari 2025.

Dalam kesempatan itu, Sekjen PBNU yang juga Menteri Sosial (Mensos) ini memberikan pemahaman tentang pentingnya refleksi terhadap perjuangan para ulama dalam mendirikan NU selama lebih dari satu abad yang lalu.

"Mari kita bayangkan bagaimana kondisi NU 100 tahun yang lalu, para alim ulama penuh ketakwaan dan ketulusan dalam perjuangannya. Bahkan mereka para kiai mendirikan NU tanpa campur tangan pejabat, murni demi menjaga ajaran ahlussunnah wal jamaah," ujar sosok yang akrab disapa Gus Ipul ini, dikutip RMOLJatim, Sabtu 22 Februari 2025.


Sebagai kader NU, ia menegaskan bahwa generasi muda NU harus memiliki peran penting sebagai penerus perjuangan para ulama. 

"NU lahir di tengah penjajahan, menjadi benteng perjuangan umat dan kebangkitan bangsa. Maka sebagai santri, kita adalah penerus perjuangan para ulama," tuturnya.

"Khusus untuk pejabat yang berasal dari NU, kami juga mengingatkan agar dalam menjalankan pemerintahan. Nilai-nilai NU yang diajarkan oleh para kiai, harus pegang teguh dan menjadikannya sebagai pedoman dalam memimpin," ungkapnya.

Sementara Wakil Bupati (Wabup) Gresik, Asluchul Alif, menyampaikan harapannya agar NU terus berkontribusi dalam mendukung jalannya pemerintahan daerah.

"Semoga NU dapat memberikan warna yang cemerlang, dalam pemerintahan yang baru dilantik ini. Apalagi selama ini, kontribusi warga NU sudah sangat baik. Maka, kolaborasi yang lebih intens demi kemajuan Kabupaten Gresik tentu harus terus dibangun," ucapnya.

Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi informasi digital tentunya harus dimanfaatkan secara bijak. Karena, keberadaannya terdapat sisi positif dan negatifnya tergantung dari cara pemanfaatannya.

"Tantangan kita ke depan adalah digitalisasi, maka para kader NU tentunya harus bisa memanfaatkannya dengan baik mungkin. Bahkan, para dakwah kita harus melek digital dan tentu harus bisa memanfaatkannya untuk berdakwah terutama di media sosial.

"Karena dakwa digital sangat efektif, untuk memberikan pencerahan secara maksimal untuk kebaikan. Namun, juga perlu diingat jangan sampai disalahgunakan, apalagi untuk menyebarkan hoax yang tidak jelas asal-usulnya," pungkasnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya