Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Bursa Saham Eropa Menguat, Mengakhiri Perdagangan yang Penuh Gejolak

SABTU, 22 FEBRUARI 2025 | 07:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa ditutup menguat saat musim laporan keuangan perusahaan berakhir. Ini adalah rekor kenaikan mingguan terpanjang dalam hampir satu tahun. 

Indeks regional Stoxx 600 mengakhiri sesi perdagangan Jumat 21 Februari 2025 dengan kenaikan 0,52 persen. Pulih dari level terendah satu minggu pada perdagangan sebelumnya. 

Saham sektor kesehatan menjadi salah satu pendorong utama setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyatakan bahwa tidak ada lagi kekurangan obat penurun berat badan dan diabetes populer dari Novo Nordisk. 


Indeks DAX Jerman mengalami penurunan karena investor bersiap menghadapi pemilu mendadak yang akan datang di negara tersebut, melemah 0,12 persen. 

Di Prancis, CAC 40 menguat 0,39 persen. 

Perusahaan Eropa Kingspan, Air Liquide , Sika AG dan lainnya melaporkan pendapatan kuartal keempat. 

Perusahaan bahan bangunan Kingspan Group mengatakan bahwa mereka melihat pertumbuhan "spektakuler" di divisi pusat datanya, dengan pendapatan sektor tersebut naik 36 persen sepanjang tahun. Saham perusahaan itu ditutup 13 persen lebih tinggi. 

Saham Elekta turun 8,7 persen setelah produsen peralatan medis itu memotong perkiraan pendapatan tahunan. 

Saham Standard Chartered Inggris naik 3,7 persen setelah bank tersebut mengumumkan pembelian kembali saham baru senilai 1,5 miliar Dolar AS setelah melaporkan kenaikan laba tahunan sebesar 18 persen.

Saham perbankan naik 1 persen dan menjadi penampil terbaik minggu ini, diprediksi akan mencatat kenaikan mingguan kesembilan berturut-turut -- yang terpanjang sejak Februari 1997.

Di antara sektor lainnya, indeks makanan dan minuman melonjak 2,2 persen setelah tiga sesi berturut-turut mengalami penurunan.

Saham Air Liquide naik 3,2 persen setelah pemasok gas industri tersebut menaikkan panduan margin operasi jangka menengahnya dan penjualan 2024-nya sedikit melampaui ekspektasi pasar.

Semalam di Amerika Serikat, tiga indeks utama ditutup lebih rendah setelah S&P 500 mencapai rekor tertinggi selama dua hari berturut-turut. 

Investor menjual saham beberapa perusahaan populer menyusul perkiraan yang lemah dari raksasa ritel Walmart, yang menimbulkan kekhawatiran tentang prospek ekonomi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya