Berita

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu dalam pertemuan bisnis dengan sejumlah perusahaan Prancis yang tergabung dalam MEDEF International/Ist

Bisnis

Wamen Todotua Dorong Peluang Investasi Energi Terbarukan di Indonesia

JUMAT, 21 FEBRUARI 2025 | 17:52 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah Indonesia terus mendorong investasi di sektor energi terbarukan guna mencapai target transisi energi yang lebih berkelanjutan. 

Pasalnya, saat ini, dari total potensi energi terbarukan sebesar 3.700 gigawatt, baru sekitar 1 persen atau 13,08 gigawatt yang dimanfaatkan.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu mengatakan bahwa pemerintah tengah menyiapkan strategi untuk menarik investor asing, termasuk dari Prancis, agar berperan dalam pengembangan sektor energi hijau di Indonesia.


“Kita tahu potensi terbesar kita ada di energi surya, hidro, dan geotermal. Indonesia memiliki sumber daya geothermal yang besar. Ini peluang bagi investor untuk masuk, terutama dalam pengembangan pembangkit listrik berbasis energi hijau,” kata Todotua Pasaribu dalam keterangan tertulisnya, Kamis 20 Februari 2025.

Sebagai bagian dari upaya ini, pemerintah telah menyiapkan insentif dan kemudahan perizinan guna mempercepat peralihan dari energi fosil ke energi terbarukan.

“Pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif, kemudahan perizinan, dan skema feed-in tariff agar investasi energi hijau semakin menarik,” ujar Wamen lulusan Universitas Trisakti ini.

Todotua mengakui bahwa regulasi dan infrastruktur masih menjadi tantangan utama dalam percepatan investasi energi terbarukan. Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan perbaikan dalam aspek ini.

“Kami memahami bahwa kepastian hukum dan regulasi menjadi perhatian utama investor. Oleh karena itu, pemerintah terus menyederhanakan regulasi dan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif, termasuk melalui revisi Undang-Undang Energi Baru dan Terbarukan,” jelasnya.

Selain regulasi, keterbatasan infrastruktur untuk mendistribusikan energi dari sumber daya terbarukan ke pusat konsumsi utama juga menjadi tantangan yang sedang diatasi.

“Beberapa sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya dan hidro, lokasinya jauh dari pusat industri dan perkotaan. Ini yang sedang kami siapkan melalui penguatan jaringan transmisi listrik nasional,” tegasnya.

Dalam upaya mempercepat transisi energi, Todotua menekankan pentingnya kerja sama dengan investor asing, termasuk dari Prancis.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah membuka pintu bagi investasi dalam negeri dan luar negeri untuk mengembangkan teknologi dan pendanaan proyek energi hijau,” ungkap Todotua.

Ia berharap kunjungan delegasi perusahaan Prancis yang tergabung dalam MEDEF International dapat membawa investasi baru ke sektor energi terbarukan di Indonesia.

“Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, swasta, dan investor asing, kita bisa mewujudkan target energi hijau dan menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi Indonesia,” tutupnya.

Diketahui, Kementerian Investasi dan Hilirisasi menerima kunjungan 35 delegasi perusahaan asal Prancis yang tergabung dalam asosiasi pengusaha internasional MEDEF International dalam pertemuan bisnis di Jakarta pada Selasa 18 Februari 2025.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya