Berita

Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Dr. Teguh Santosa di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, pada Selasa, 18 Februari 2025/RMOL

Politik

Cerita Teguh Santosa Pertama Kali Injak Korut: Ingat Film 'The Truman Show'

SELASA, 18 FEBRUARI 2025 | 14:49 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Peluncuran dan bedah buku karya Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Dr. Teguh Santosa, yang berjudul "Reunifikasi Korea: Game Theory" di Hall Dewan Pers, Selasa siang, 18 Februari 2025, tampak seperti konvensi aktivis dan politisi nasional.

Di antara yang hadir dalam kegiatan itu adalah Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat  Andi Mallarangeng, Direktur Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan, aktivis prodemokrasi Adhie Massardi, Komisaris PT PLN Andi Arief, Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Abdullah Rasyid, Sekretaris Jenderal IKA Unpad Yodhisman Soratha, pakar komunikasi politik Hendri Satrio, serta mantan anggota DPR RI Akbar Faizal dan Ramadhan Pohan. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria memberikan sambutan melalui rekaman video.

Dari kalangan pers, hadir antara lain Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu, Wakil Ketua Dewan Pers Agung Dharmajaya, anggota Dewan Pers Totok Suryanto, Asep Setiawan, dan Arif Zulkifli, serta pengurus JMSI dari sejumlah daerah, juga sejumlah wartawan senior dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).


Buku karya Teguh Santosa ini diangkat dari disertasinya di Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Padjadjaran, Bandung, yang berjudul “Reunifikasi Korea dengan Keterlibatan Multipihak: Suatu Studi Melalui Game Theory”.

Ketika memberikan sambutan, Teguh mengatakan bahwa disertasi dan buku ini diwarnai pengalamannya berinteraksi dengan Korea Utara dan Korea Selatan setidaknya sejak 2003 saat dia pertama kali menginjakkan kaki di Korea Utara.

Teguh mengatakan, dalam perjalanan dari bandara di Pyongyang saat itu menuju hotel tempatnya menginap di pusat kota Pyongyang, tidak jauh dari Kimilsung Square, dirinya menyaksikan kehidupan yang jauh dari yang dia bayangkan sebelumnya. Pyongyang tampak begitu bersih dan rapi, taman-taman di pinggir jalan dipenuhi keluarga yang sedang bercengkerama.

Saat itulah dia teringat pada film “The Truman Show” yang berkisah mengenai seorang pria yang mengira dirinya hidup di sebuah kota. Namun tanpa diketahuinya, kota tempatnya tinggal adalah sebuah studio raksasa, dan orang-orang yang berada di sekitarnya juga hanya sebatas aktor. Belakangan dia menyadari hal ini dan memutuskan untuk melarikan diri dari studio raksasa itu.

Dia mengira-ngira apakah dirinya sedang mengalami efek “The Truman Show” di mana Pyongyang adalah sebuah studio raksasa dan setiap individu yang ditemui di jalanan adalah pemeran atau aktor saja.

Teguh baru yakin bahwa yang dilihatnya di sepanjang jalan dari bandara menuju pusat kota Pyongyang adalah asli dan bukan buatan, setelah dia tiba di lantai 3 Hotel Haebangsan tempatnya menginap.

“Koridor di lantai 3 itu dalam keadaan sangat gelap. Satu-satunya lampu yang menyala adalah yang di depan kamar saya. Di kamar hotelnya juga ada petunjuk penggunaan air hangat pada jam-jam tertentu. Di tahun 2003 itu Korea Utara sedang mengalami krisis energi,” ujar Teguh Santosa.

“Kalau ini memang “The Truman Show effect, mengapa upaya membuat saya terkesan hanya sampai di pintu hotel. Saat itulah saya sadar bahwa apa yang saya saksikan dalam perjalanan dari bandara Pyongyang menuju adalah asli dan orisinil,” demikian Teguh.

Sejak kunjungan itu, Teguh telah belasan kali berkunjung ke Korea Utara. Kunjungan terakhir dilakukannya pada bulan Februari tahun 2023. Selain ke Korea Utara, Teguh juga kerap berkunjung ke Korea Selatan.

Teguh menambahkan, dalam disertasi dan bukunya dia berusaha tampil seobjektif mungkin.

Terkait dengan isu reunifikasi Korea, Teguh mengatakan dirinya berharap kedua negara dapat bersatu kembali sebelum era penjajahan Jepang. Namun melihat perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini dia merasa agenda reunifikasi Korea kembali menjadi sulit untuk diwujudkan.

“Saya menunggu hal apa yang akan disampaikan Donald Trump mengenai Korea Utara. Apakah dia akan kembali mengambil peran untuk meredakan ketegangan di Korea seperti sebelumnya, atau mengambil sikap baru yang berbeda dari sebelumnya,” ujar Teguh lagi.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Kalah di PN Jakpus, Penggugat PPP Subadri-Toni Dihukum Bayar Biaya Perkara

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:10

Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Angkatan Bersenjata Tailan

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:34

Buru Aset TPPU Febrie Adriansyah, Tim 9 Geledah Kantor Don Ritto hingga Rumah Nurman Herin

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:30

Prabowo dan PM Tailan Bidik Nilai Perdagangan Rp359 Triliun dalam Lima Tahun

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:20

Ini Enam Perkara yang Dihentikan KPK

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:10

Petingginya Diperiksa Kejati DKI, Peran AFPI Disorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:52

Indonesia-Tailan Sepakat Kembangkan TRM untuk Perangi Kejahatan Transnasional

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:49

Bawaslu Fokus Tingkatkan SDM Hadapi Tantangan Digital

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Kenang Masa Muda Bersama Raja Tailan Saat Sambut PM Anutin

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:30

Prabowo Dukung PPHN Jadi Pedoman Lintas Pemerintahan

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya