Berita

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova/Net

Dunia

Rusia Kecam Provokasi Ukraina di PLTN Chernobyl

SELASA, 18 FEBRUARI 2025 | 14:19 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Laporan media Ukraina terkait situasi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl (ChNPP) dinilai pemerintah Rusia terlalu provokatif dan bisa memicu ketegangan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyampaikan kritik tajam terhadap tindakan yang disebutnya sebagai upaya sembrono dan kriminal oleh rezim Kiev.

"Provokasi di 'Tempat Penampungan' di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl merupakan kelanjutan yang jelas dari tindakan sembrono dan kriminal rezim Kiev, yang sepenuhnya menyadari tindakannya," ujar Zakharova dalam pernyataan resmi yang diterima RMOL pada Selasa, 18 Februari 2025.


Zakharova juga mengingatkan bahwa Rusia sebelumnya terlibat dalam upaya internasional membangun fasilitas di Chernobyl untuk menahan dampak bencana tahun 1986.

Menurutnya, tindakan Angkatan Bersenjata Ukraina saat ini secara langsung merusak upaya tersebut dan membahayakan stabilitas kawasan.

"Kami telah berulang kali memperingatkan tentang persiapan Kiev untuk melakukan provokasi semacam itu, dan sayangnya, kekhawatiran kami sekali lagi terbukti," tambah Zakharova.

Ia juga menuding bahwa teknologi nuklir di bawah kendali rezim Presiden Volodymyr Zelensky menjadi ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan global.

Provokasi terbaru ini disebut melanjutkan serangkaian insiden yang menargetkan fasilitas nuklir di wilayah tersebut.

Zakharova merinci beberapa insiden sebelumnya, termasuk serangan terhadap menara pendingin Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporozhye (ZNPP) pada Agustus 2024 dan pembunuhan terhadap kepala pos pemeriksaan ZNPP pada Oktober 2024.

Selain itu, Rusia juga menuding Ukraina mengganggu rotasi personel Sekretariat IAEA di ZNPP pada Februari 2025, termasuk menggunakan artileri, mortir, dan drone.

Pihak Rusia menegaskan bahwa tindakan-tindakan ini tidak dapat dianggap sebagai kecelakaan atau kesalahan. Mereka menyerukan komunitas internasional untuk mengambil sikap tegas terhadap apa yang mereka sebut sebagai eskalasi berbahaya oleh Ukraina.

"Insiden-insiden ini semakin menunjukkan bahwa teknologi nuklir di tangan rezim kriminal Zelensky menimbulkan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional," tegasnya.

Pesawat nirawak atau drone Rusia dilaporkan menghantam pembangkit listrik tenaga nuklir yang hancur di Chernobyl mengakibatkan beberapa kerusakan pada Kamis malam waktu setempat, 12 Februari 2025.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengungkap serangan drone begitu besar sampai mengakibatkan kerusakan di empat perlindungan beton. Dikatakan bahwa api berhasil dipadamkan dan tingkat radiasi tidak meningkat.

“Sebuah pesawat nirawak serang Rusia dengan hulu ledak berdaya ledak tinggi menghantam tempat perlindungan yang melindungi dunia dari radiasi di unit daya ke-4 yang hancur," ujarnya dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat CNN.

Video yang dibagikan oleh Zelensky menunjukkan cahaya terang dan kepulan asap yang mengepul ke langit malam, menandakan adanya ledakan di lokasi tersebut.

Zelensky mengkritik tindakan Rusia, menyatakan bahwa serangan terhadap infrastruktur Ukraina menunjukkan bahwa Presiden Vladimir Putin tidak berniat untuk bernegosiasi, melainkan ingin terus mengacaukan situasi.

“Serangan pesawat nirawak malam hari terhadap infrastruktur Ukraina berarti bahwa Putin jelas tidak mempersiapkan negosiasi ia bersiap untuk terus menipu dunia,” tegas Zelensky saat itu.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya